anak menolak makanan yang ditawarkan di atas meja

Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), anak disebut picky eater jika hanya mau makan minimal satu jenis makanan dari setiap kelompok karbohidrat, protein, dan serat, tapi tidak semuanya. Misalnya, anak tidak mau makan nasi tapi mau makan roti atau mie yang masih sama-sama karbohidrat.

Picky Eater akan menjadi masalah dalam jangka panjang jika anak-anak tidak divariasikan apa-apa yang dimakannya. Jika terus-menerus terjadi, bisa-bisa anak akan mengalami kekurangan nutrisi yang bergizi lengkap dan seimbang. Misalnya hanya karbohidrat yang dimakan, atau protein nabati saja yang dimakan. Atau picky eater pada anak menghindarkan dia dari bahan makanan yang kaya akan zat tertentu. Pada picky eater yang menghindari sayuran hijau seperti bayam atau kangkung, bisa-bisa anak kekurangan zat besi.

Gerakan tutup mulut (GTM) adalah salah satu gejala picky eater. Ada juga yang gejalanya berupa ‘pemberontakan’ di meja makan, hingga sering menyingkirkan jenis makanan tertentu di piringnya, misalnya sayuran dan buah-buahan.

Penyebab Anak Menjadi Picky Eater

Sajian Makanan Tidak Menarik

Tanpa disadari, salah satu alasan anak menjadi picky eater bisa jadi karena orang tua selalu menyajikan makanan dengan tampilan yang biasa saja. Padahal, sebuah studi menunjukkan bahwa sayuran dan buah-buahan yang disajikan dengan tampilan menarik bisa sangat meningkatkan selera makan anak, lho. Pola makan tidak teratur juga bisa mengubah anak menjadi picky eater.

BACA JUGA  7 Resep Masakan yang Lezat dan Bergizi untuk Anak yang Susah Makan

Pola Makan Tidak Teratur

Karena tubuhnya tidak disiplin dalam mengkonsumsi dan memproses makanan dalam jadwal yang teratur, akhirnya tubuhnya tidak menemukan pola di waktu-waktu kapan perutnya akan lapar dan meminta makanan.

Rasa ‘Aneh’ pada Makanan

Makin tidak terbiasa mengkonsumsi beragam makanan, akan menyebabkan anak hanya mengenali rasa makanan yang itu-itu saja. Salah satu yang menyebabkan hal ini adalah jika lidah anak terlampau sering terekspos pada rasa tertentu, misalnya rasa asin atau gurih pada camilan yang ultra processed food (UPF) atau rasa manis pada minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK). Tidak heran, anak kemudian merasakan keanehan pada banyak jenis bahan makanan.

Tips Menghadapi Anak Picky Eater

Hargai keinginan anak untuk makan atau tidak makan

Dia belum mau makan bisa jadi memang belum lapar. Bisa karena belum lama makan camilan seperti buah-buahan atau lainnya. Bisa juga perutnya masih terasa penuh karena belum BAB. Dan kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Taati Jadwal Makan Rutin

Di sini, tidak hanya anak saja yang harus disiplin dalam makan di jadwal-jadwal makan. Namun juga ayah-bunda, pengasuh, atau orang dewasa lainnya dalam keluarga perlu turut disiplin dalam penyiapan makanan yang bergizi, seimbang, berpenampilan menarik serta tepat waktu. Nah, tidak mudah bukan. Namun baik si kecil maupun semua yang terlibat dalam pengasuhan harus belajar untuk sama-sama berdisiplin.

Ajak Anak Berpartisipasi dalam Menyiapkan Makanan

Ini adalah cara menggugah anak terhadap makanan. Mulai dari food preparation, hingga percobaan rasa terhadap masakan yang sedang dimasak. Kuis-kuis sederhana pada anak berupa warna-warna makanan, atau nama bahan makanan bisa juga berhasil dalam membangkitkan selera makan si kecil. Sentuhan kulit tangan si kecil terhadap tekstur bahan makanan ataupun hasil masakan, maupun kecapan lidah terhadap rasa dan tekstur masakan juga bisa menggugah selera makan si kecil.

BACA JUGA  Bekal Anak Sekolah: Menu Sehat dan Lezat untuk Aktivitas Belajar Mereka

Memvariasikan Nasi dengan Bahan Pokok yang Lain

Di setiap menu hampir selalu ada nasi sebagai sumber karbohidrat. Bisa jadi anak merasa bosan dengan bahan pokok tersebut. Tenang, posisi nasi sebagai sumber tenaga bisa digantikan, kok. Ayah bunda bisa menggunakan umbi-umbian seperti ubi dan singkong.

Keduanya memiliki indeks glikemik yang lebih rendah sehingga tidak menimbulkan kenaikan gula darah secara tiba-tiba. Ubi dan singkong juga memiliki beragam nutrisi penting di dalamnya, seperti karbohidrat, vitamin A, B6, kalium, dan serat yang dapat mengenyangkan sekaligus menjaga kesehatan tulang, metabolisme, hingga jantung anak.

Variasikan dengan Menu Makan Favorit

Bisa jadi menu favorit si kecil termasuk junk food. Sesekali diberikan junk food tidak apa. Misalnya sekali dalam 2-4 pekan. Supaya tidak bosan dengan menu makanan yang dimasak di rumah.

Namun, tidak harus junk food yang berminyak, dan berlemak tinggi serta memiliki kandungan garam tinggi untuk menjadi menu favorit si kecil. Menu enak yang tidak bisa disajikan setiap hari pun bisa jadi adalah menu favorit. Misalnya, steak daging sapi.

Pemberian Obat Perangsang Nafsu Makan

Seringkali obat perangsang nafsu makan untuk anak mengandung minyak ikan kod. Jadi secara rutin berikan minyak ikan kod (biasanya produk tersebut sudah dikombinasikan dengan perasa dan aroma jeruk) supaya nafsu makannya tetap terjaga dari pekan ke pakan.

Ada juga produk-produk penambah nafsu makan yang berbasis kurkuma (ekstrak dari Curcuma xanthorriza, temulawak) yang tersedia dalam bentuk sirup maupun tablet.

Untuk bahan makanan alami yang bisa merangsang nafsu makan ada kacang almond, kacang mede, atau kacang tanah sebagai camilan Si Kecil. Yoghurt, keju, atau susu juga baik diberikan kepada anak sebagai makanan penambah nafsu makan.

BACA JUGA  Resep Masakan Anak Berkuah: Lezat, Bergizi, Menghangatkan

Tenang saja, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), picky eater masih termasuk masalah makan yang normal dalam perkembangan anak usia 1-3 tahun.

Referensi: https://www.alodokter.com/bunda-ini-penyebab-dan-tips-menghadapi-anak-picky-eater

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.