Ada mitos yang mengatakan bahwa wajah bayinya Bunda akan mirip dengan wajah orang yang sangat dibenci. Benarkah kepercayaan tersebut?

Pada dasarnya hampir tidak orang yang ingin punya masalah dan punya musuh. Namun terkadang, ada-ada saja kejadian di dalam hidup yang membuat kita akhirnya benci setengah mati pada orang lain.

Lantas, benarkah bahwa wajah bayi kita nantinya akan mirip dengan orang yang kita benci?

Menanggapi pertanyaan tersebut, begini tanggapan dr. Dyah Novita Anggraini. Menurutnya, wajah bayi tidak akan mirip dengan orang yang kita benci saat hamil, apalagi jika orang tersebut bukan anggota keluarga – tidak memiliki hubungan darah.

“Iya, jadi membenci orang saat hamil tidak akan membuat wajah bayi kita mirip dengan dia. Hal itu cuma mitos belaka. Sampai saat ini belum ditemukan jurnal penelitian ilmiahnya. Yang pasti, wajah bayi itu menurun dari wajah ibu dan bapaknya, bukan yang lain,”

Hal senada juga dilontarkan oleh Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog. Dair kacamata psikologi, kondisi seperti itu juga dianggap mitos.

“Bentuk wajah itu faktor genetik, jadi kalau ada yang merasa, itu hanya perasaan si individu saja. Ketika anda terlalu membenci dan percaya bahwa wajah bayi akan mirip dengan orang yang dibenci, secara tidak sadar Anda akan terus memerhatikan wajah si bayi. Anda akan mencari-cari apakah ada bagian yang mirip atau tidak. Saat kebetulan ada satu bagian yang mirip, maka langsung deh membenarkan mitos tersebut,”

Faktor yang mempengaruhi wajah bayi

Hal utama yang bertanggung jawab atas wajah dan sifat anak adalah DNA yang diturunkan dari ayah-bundanya. DNA itu sendiri merupakan semua gen yang bercampur saat bayi masih berada dalam kandungan.

BACA JUGA  Ciri-Ciri Ibu Hamil Kurang Gizi yang Perlu Diwaspadai

DNA diatur menjadi kromosom, lalu bayi akan memiliki 46 kromosom, 23 dari ibu dan 23 dari ayahnya. Campuran gen yang ada di dalam kormosom akan menentukan:

  • Warna mata
  • Rambut
  • Bentuk tubuh
  • Lesung pipit
  • Suara

Jangan heran jika Anda dan pasangan memiliki mata biru, sedangkan wana mata si bayi berwarna cokelat.

Coba cari tahu lagi, apakah leluhur Anda punya mata cokelat? Jika iya, maka hal tersebut masih tetap bisa diturunkan meski tidak langsung.

Begitu pula dengan warna rambut. Meskipun ayah-bundanya berambut gelap, si bayi masih berpotensi memiliki rambut kecokelatan atau kemerahan apabila ada anggota keluarga terdahulu yang punya warna rambut serupa.

Permainan gen memang unik dan mampu menentukan seperti apa rupa kita kelak.

Tetap Tidak Dianjurkan Membenci Orang Saat Hamil

DNA memang menjadi faktor yang mempengaruhi wajah bayi, tetapi dr. Vita tetap menyrankan bumil untuk tidak membenci seseorang, apalagi jika kadar bencinya benar-benar dalam.

Itu karena kebencian yang mendalam bisa memberikan pengaruh buruk ke janin yang dikandung. Ketika lahir dan nantinya tumbuh besar, si anak bisa jadi orang yang mudah marah.

Mengapa? Karena emosi juga bisa terbentuk saat masih janin. Ibu yang membenci berhubungan dengan emosi negatif dan kemarahan. Saat marah, keluarlah si hormon kortisol itu.

Bukan berpengaruh ke wajah bayi, emosi negatif dari ibu justru membentuk emosi dan karakter dari si anak. Jadi, hindari perasaan-perasaan negatif di kala hamil ya.

Musik-musik instrumental klasik atau murottal alqur’an dapat membangun perasaan positif pada ibu hamil serta menghindarkan dari perasaan negatif.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.