Tentu kita ingin agar anak-anak bertumbuh lebih sehat, lebih tinggi, dan lebih baik fisiknya. Sayangnya, seringkali orang tua terlambat mengharap keadaan tersebut. Padahal membuat anak lebih tinggi harus diupayakan sedini mungkin. Meskipun tinggi badan sangat dipengaruhi genetik, tapi kita bisa mengubah faktor-faktor selain genetik.

Apa saja hal-hal yang harus dilakukan supaya anak bisa lebih tinggi daripada orangtunya, ini dia cara-cara yang perlu dilakukan:

Memastikan Asupan Nutrisi yang Bergizi Seimbang

Protein adalah zat utama untuk membangun sel. Maka, protein harus jadi prioritas. Terutama protein hewani. Setelah itu, karbohidrat harus cukup; jangan kurang apalagi berlebihan. Maka fokus mengkonsumsi karbohidrat kompleks. Kurangi atau hindari Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK). Jangan anti dengan lemak; semua zat kita butuhkan tetapi harus pada jumlah yang tepat.

Vitamin D dan Kalsium

Mikronutrien khusus seperti Vitamin D dan Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan ke atas, penambahan tinggi badan. Selain dari makanan, vitamin D juga bisa didapatkan dari paparan sinar matahari pagi dengan waktu yang cukup dan dalam batas aman. Berdasarkan saran Ikatan Dokter Anak Indonesia, berjemur aman dilakukan sebelum jam 10 pagi dengan durasi 10-15 menit. Ayah-bunda bisa mengajak si Kecil main di halaman atau mengajaknya jalan-jalan pagi di sekitar lingkungan rumah.

Air Putih yang Cukup

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, kebutuhan cairan untuk anak 1-3 tahun adalah 1,3 liter atau sekitar 5 gelas per harinya. Jadi, pastikan si Kecil cukup minum air mengikuti panduan tersebut ya, ayah-bunda. 

BACA JUGA  Alergi Makanan Minuman pada Anak dan Bagaimana Penanganannya

Istirahat yang Cukup

Cukup istirahat sangat penting. Karena banyak aktivitas otomatis oleh organ-organ tubuh baru dilakukan ketika kita dalam keadaan tidak sadar alias tidur. Selain itu, regenerasi sel dengan bahan baku protein juga baru banyak dilakukan ketika tidur di malam hari.

Berikut ini durasi tidur menurut para ahli dalam National Sleep Foundation:

  • Bayi baru lahir (0–3 bulan): 14–17 jam setiap hari.
  • Bayi (4–11 bulan): 12–15 jam.
  • Balita/Toddlers (1–2 tahun): 11–14 jam.
  • Balita/Preschoolers (3–5 tahun): 10–13 jam.
  • Anak usia sekolah (6–13 tahun): 9–11 jam.
  • Remaja (14–17 tahun): Rentang tidur melebar satu jam menjadi 8–10 jam.

Supaya anak bisa tidur tepat waktu, maka anak harus dibuat memiliki aktivitas fisik yang melelahkan pada siang harinya. Sehingga bisa tidur dalam durasi yang cukup.

Melakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur

Aktivitas fisik berupa olahraga paling sedikit dilakukan 3 kali sepekan dengan durasi minimal 20 menit. Olahraga yang paling baik untuk meninggikan badan pada anak adalah basket dan renang. Rutin berolahraga bisa memperkuat otot memperkuat otot, tulang, dan menambah produksi human growth hormone (HGH).

Demikian jenis olahraga, asupan nutrisi, serta istirahat/tidur yang diperlukan supaya anak bisa tinggi anak bisa tumbuh dengan maksimal.

Awal Cemerlang adalah platform yang berfokus pada topik parenting & pengasuhan anak usia 2-7 tahun. Kami berharap bisa membantu para ayah-bunda dalam pengasuhan agar si kecil bisa merasakan masa-masa “awal” yang benar-benar “cemerlang”. Lewat website awalcemerlang.com dan social media, kami berbagi tips, cerita, dan info seru lainnya. Follow social media kami di IG @awalcemerlang dan Tiktok @awalcemerlang 😊 Gabung juga di WAG Komunitas Awal Cemerlang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.