dua anak dengan tinggi badan yang jauh berbeda

Dalam artikel kali ini, kita coba memahami dan mendalami apa itu stunting, faktor penyebabnya, dampak-dampaknya, serta pencegahan yang bisa dilakukan.

Apa itu Stunting

Apa itu stunting? Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan

Cara Menilai Anak Mengalami Stunting atau Tidak

Seorang anak dikatakan pendek jika tinggi badan atau panjang badan menurut usia lebih dari dua standar deviasi di bawah median kurve standar pertumbuhan anak WHO.

Sedangkan menurut Kemenkes, anak berusia kurang dari 3 tahun bisa dinilai mengalami stunting, jika:

  1. Pertumbuhan tulang pada anak yang tertunda.
  2. Berat badan rendah apabila dibandingkan dengan anak seusianya.
  3. Sang anak berbadan lebih pendek dari anak seusianya.
  4. Anak tampak lebih muda/kecil daripada anak-anak seusianya, meskipun proporsi tubuh tampak normal.

Ciri-ciri lain yang mengindikasikan pengalaman stunting:

  • Keterlambatan pertumbuhan
  • Performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar
  • Tanda pubertas terlambat
  • Anak menjadi pendiam, sulit melakukan eye contact saat usia 8-10 tahun
  • Wajah tampak lebih muda dari usianya
  • Mudah mengalami penyakit infeksi

Faktor dan Penyebab Stunting

Penyebab utama stunting adalah kekurangan nutrisi dalam jangka panjang (kronis) – bukan malnutrisi dalam jangka pendek (akut). Mengikuti definisi yang disebut di atas, bisa kita pahami bahwa jangka panjang yang dimaksud adalah sejak lahir hingga usia kurang lebih 3 tahun (1.095 hari).

Berikut ini faktor-faktor yang menyebabkan anak mengalami stunting:

  • Anak-anak yang setelah lahir ditelantarkan oleh orang tuanya rawan mengalami stunting.
  • Tidak mendapat ASI eksklusif.
  • Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas buruk
  • Menderita penyakit yang menghalangi penyerapan nutrisi, seperti penyakit TBC, anemia, penyakit jantung bawaan, infeksi kronis, serta sindrom malabsorbsi.
BACA JUGA  Bahaya Bronkopneumonia pada Anak

Anak bayi akan mengalami ‘start’ stunting yang lebih buruk, ketika ibunya hamil mengandung dia sedang berada dalam satu atau beberapa kondisi berikut:

  • Intrauterine growth restriction (IUGR)
  • Perawakan pendek
  • Berat badan ibu tidak naik selama kehamilan
  • Tingkat pendidikan rendah –> belum memahami pentingnya gizi yang baik untuk ibu hamil, bayi, dan batita.
  • Kemiskinan –> kesulitan mengakses asupan bergizi
  • Tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk dan tidak mendapatkan akses untuk air bersih –> bayi mudah terinfeksi, lalu sakit sehingga tubuhnya fokus pada penyembuhan, bukan pada tumbuh kembang.

Jadi, kekurangan asupan gizi bisa terjadi sejak bayi masih di dalam kandungan karena kebutuhan nutrisi ibu hamil tidak tercukupi.

Baca juga: /gizi-dan-resep-masakan/ciri-ciri-ibu-hamil-kurang-gizi/

Dampak Jangka Panjang Stunting pada Anak

dalam jangka pendek, akibat stunting adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh.

Dalam jangka panjang akibat buruk yang dapat ditimbulkan terhadap individu adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan resiko tinggi untuk munculnya penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua

Dalam skala yang lebih luas, seluruh dampak jangka pendek dan jangka panjang tersebut akan menurunkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, produktifitas, dan daya saing bangsa.

4 Langkah Pencegahan Stunting

Ada 4 langkah yang bisa dilakukan oleh keluarga inti maupun keluarga besar dalam rangka mencegah anak yang bersangkutan mengalami stunting:

  1. Memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga berusia 6 bulan.
  2. Memantau perkembangan anak dan membawa ke posyandu secara berkala.
  3. Mengkonsumsi secara rutin Tablet tambah Darah (TTD)
  4. Memberikan MPASI yang begizi dan kaya protein hewani untuk bayi yang berusia diatas 6 bulan
BACA JUGA  Tentang Vitamin D dan Kalsium untuk Meninggikan Badan Si Kecil

Referensi:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.