Usia-usia bawah lima tahun (balita) adalah masa-masa emas (golden age) dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Disebut demikian karena pada periode ini otak dan fisiknya BISA berkembang maksimal, jika dan hanya jika diberikan asupan dan rangsangan yang tepat dalam jumlah yang cukup.

Yuk ayah bunda, mari kita bahas 11 cara mendidik anak usia balita yang wajib dilakukan oleh orang tuanya:

Curahkan Kasih Sayang

Hal pertama yang ayah-bunda harus lakukan adalah memberinya kasih sayang yang tulus kepada mereka ketika mendidiknya. Bersikap sabar ketika menghadapi anak yang rewel dan juga bandel. Jangan mudah marah dan juga memukul anak, karena hal ini akan mengakibatkan anak mengalami tekanan batin yang nantinya menghambat perkembangan psikisnya.

Berikan Pujian Ketika Berhasil Melakukan Kebaikan

Jika si kecil berhasil melakukan sesuatu yang positif, berikanlah pujian dan penghargaan kepadanya meskipun hanya berupa acungan jempol. Satu kata pujian akan menjadi motivasi yang cukup besar bagi mereka dan membentuk kesadaran untuk mengulangi hal baik tersebut.

Si kecil akan merasa berharga jika ia dipuji setelah melakukan hal yang baik. Jika harga dirinya terbangun, maka dia juga akan mendapatkan kepercayaan dirinya.

Ajarkan Tauhid dan Praktik Ibadah

Ada dua hal yang penting pada usia dini, yaitu tauhid bahwa Tuhan yang Esa itu Maha Pengasih dan Penyayang. Ajarkan bahwa ada Tuhan yang memberikan rezeki kepada dia, sehingga dia bersyukur kepada Tuhan.

BACA JUGA  Hadits Pendek untuk Diajarkan Kepada Anak

Kedua adalah berikan teladan mengenai bagaimana cara ayah-bunda beribadah kepada Tuhan. Ajak dia untuk melakukan ibadah tersebut, dan pasca praktik ceritakan kepadanya mengapa ayah-bunda beribah seperti itu – untuk bersyukur kepada Tuhan. Setelah ibadah lanjutkan dengan berdoa memohon sesuatu kepada Tuhan.

Berbicara dengan Lemah Lembut

Seorang anak tentunya tidak ingin ditegur secara kasar oleh orang dewasa meskipun ia telah berbuat salah. Untuk itu, sebaiknya ayah-bunda bersikap dan berkata lembut dalam situasi demikian – dia telah salah dalam melakukan sesuatu. Kendalikan emosi supaya tidak mengeluarkan kata-kata buruk atau jelek yang membuat hatinya terluka dan menurunkan kepercayaan dirinya.

Baca Juga: Mindful Parenting.

Tunjukkanlah Perbuatan Baik Kepada Orang Lain

Anak-anak di usia golden age adalah peniru yang ulung. Sangat penting bagi orangtua untuk menunjukkan perbuatan baik untuk orang lain. Ajarkan kepada anak bagaimana pentingnya berbuat baik kepada orang lain. Jelaskan kepadanya tiga hal: tolong maaf, dan terima kasih.

Dukung Anak Mengeksplorasi Lingkungannya

Anak-anak usia golden age bertumbuh dan berkembang dengan melakukan eksplorasi terhadap lingkungan sekitarnya. Dukung anak dengan mendampingi dirinya saat mencoba-coba, bermain, atau berjalan-jalan mengeksplorasi lingkungannya. Lagi, jangan dimarahi ketika dia salah dalam mencoba-coba. Berikan penjelasan atas apa yang mereka temukan. Jawab pertanyaan mereka.

Ajarkan Disiplin dalam Berkegiatan

Tujuan memilikir rutinitas dan berdisiplin adalah agar memiliki keteraturan dalam hidup. Teratur secara kegiatan, waktu, dan tempat. Ketika makan, duduk tenang tidak berpindah tempat. Waktunya tidur siang atau malam, segera tidur. Jika tidak disiplin dalam berkegiatan, dampaknya akan mengacaukan jadwal kegiatan dirinya dan orang tuanya. Misalnya karena kurang sibuk dan lelah di siang hari, menjadi tidak bisa tidur di malam hari. Disiplin berkegiatan di rumah pada masa golden age merupakan persiapan sebelum memasuki usia dan lingkungan yang lebih luas seperti sekolah.

BACA JUGA  Cara Mengenali Emosi dan Mendidik Disiplin pada Anak Balita

Bca Juga: Membiasakan Rutinitas pada Balita.

Buat Kesepakatan dan Konsekuensinya

Ketika anak rewel atau bandel dalam suatu situasi yang ayah-bunda tidak inginkan, ajak anak untuk membuat kesepakatan bersama berikut dengan konsekuensinya. Misalnya, menyepakati apa yang akan di beli di pusat perbelanjaan, supaya dia tidak tantrum ketika muncul keinginan untuk membeli sesuatu yang tidak disepakati (impulsive buying). Contoh lain adalah, jika tidak mau makan atau mandi, maka jatah bermain akan dikurangi.

Sehingga ayah-bunda tidak perlu menakut-nakuti apalagi sampai mengancam dengan hantu, hewan buas, polisi, dan lain sebagainya. Ini bisa menurunkan kepercayaan diri serta keengganan untuk mengambil keputusan atau mencoba hal-hal baru.

Ajak Anak Mengobrol dan Bermain

Ketika ayah-bunda bermain atau mengobrol dengan anak, dia akan merasa diterima dan dihargai sehingga kepercayaan dirinya meningkat. Dalam situasi tersebut, jadi kesempatan bagi ayah-bunda untuk mengajari atau mendidik tentang sesuati hal. Sering menyela perkataan anak dapat membuatnya enggan untuk bercerita lagi kepada Anda.

Baca Juga: 6 Level Bermain.

Turuti SEBAGIAN Keinginan Anak

Tidak semua keinginan bisa terwujud. Kita orang dewasa pun menyadari bahwa tidak semua doa dan harapan kita dikabulkan oleh Tuhan sesegera mungkin. Jadi, anak-anak perlu diajarkan untuk mengenali, memilah dan memilih apa yang dia inginkan. Dia juga perlu dikenalkan dengan konsep kebutuhan, seperti butuh makan, butuh istirahat, butuh mandi, dan sebagainya yang berbeda dengan keinginan (keinginan makan junk food, keinginan main air, dlsb). Sehingga seiring tubuhnya bertambah tinggi dan besar, dia berpikir kritis juga tentang prioritas.

Ajari Tiga Hal: Tolong, Terima Kasih, dan Mohon Maaf

Tentunya, anak usia golden age akan mulai bergaul dengan teman seusianya. Ajarkan kata tolong untuk meminta bantuan, berterima kasih setelah menerima sesuatu (termasuk bantuan), dan mohon maaf bila melakukan kesalahan.

BACA JUGA  Mengenalkan Nuzulul Qur'an pada Anak

Itulah beberapa cara mendidik anak usia golden age yang harus ayah-bunda lakukan. Dengan memahami perkembangan anak usia golden age, tentunya ayah-bunda akan semakin tahu bagaimana menyikapi dan mendidik anak. Semoga bermanfaat!

Awal Cemerlang adalah platform yang berfokus pada topik parenting & pengasuhan anak usia 2-7 tahun. Kami berharap bisa membantu para ayah-bunda dalam pengasuhan agar si kecil bisa merasakan masa-masa “awal” yang benar-benar “cemerlang”. Lewat website awalcemerlang.com dan social media, kami berbagi tips, cerita, dan info seru lainnya. Follow social media kami di IG @awalcemerlang dan Tiktok @awalcemerlang 😊 Gabung juga di WAG Komunitas Awal Cemerlang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.