Gambaran Keluarga Harmonis yang Kita Semua Idam-idamkan

Keluarga dikatakan harmonis bila antara anggota keluarga hidup penuh cinta dan saling mendukung. Sesama orang tua saling berbagi perhatian dan kasih sayang. Antara orang tua dan anak-anak pun saling mencintai satu sama lain. Tidak ada sikap egois dan mementingkan diri sendiri.

Keluarga Harmonis dalam Islam

Dalam Islam, keluarga harmonis adalah keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Konsep keluarga ini diartikan dengan keluarga yang damai tentram, penuh cinta kasih atau harapan, dan kasih sayang. Hal ini bisa menjadi landasan dalam berkeluarga, agar senantiasa mendapat keridhoan Allah subhanahu wa ta’ala.

Sakinah dimaknai tentram sedangkan mawaddah bermakna kasih yang ditandai adanya rasa cinta yang diwujudkan mau saling memberi. Sementara warohmah bermakna sayang yang berwujud mau saling menerima kekurangan masing-masing. Demikian makna sakinah mawaddah warohmah.

Cara Membangun Keluarga Harmonis

  • Saling bersikap dan berkomunikasi dengan jujur dan terbuka
  • Menghormati dan menjaga perasaan satu sama lain
  • Mengutamakan kebersamaan keluarga daripada egoisme salah satu anggota keluarga
  • Saling memberikan perhatian dan berbagi kasih sayang
  • Berupaya membuat suasana tetap menyenangkan meskipun terdapat kekurangan dari anggota keluarga

Tanda-tanda Keluarga Tidak Harmonis

Berikut ini 5 tanda keluarga yang tidak harmonis. Harus disadari dan berbuat sesuatu sebelum terlambat.

Masalah Tidak Dapat Diselesaikan Bersama-sama

Baik dalam pengambilan keputusan, misalnya lewat musyawarah. Maupun dalam pelaksanaan keputusan itu sendiri, di mana ada pembangkangan/penolakan dari anggota keluarga yang lain.

BACA JUGA  Quality Time Lewat Membaca Buku Bersama Anak

Saling Menyakiti Lewat Kata-kata

Terus melontarkan kata-kata yang kejam dan menyakitkan. Kata-kata tersebut bisa jadi dimaknai tidak ada lagi cinta dari pihak yang melontarkan kata-kata tersebut.

Berkurangnya Perhatian

Perhatian antar anggota keluarga bisa jadi terasa berkurang tatkala masing-masing anggota keluarga sibuk dengan urusannya masing-masing. Mulai dari urusan pekerjaan di kantor, tugas-tugas rumah tangga, pekerjaan rumah yang banyak dari sekolah, dan lain-lain.

Lebih Memilih Berada di Luar Rumah daripada di Dalam Rumah

Ketika berada di rumah hanya menimbulkan keresahan, maka akan muncul dorongan untuk meninggalkan rumah sesegera dan selama mungkin. Rumah hanya dijadikan tempat makan dan tidur, bila bukan hanya tempat tidur semata.

Perlakuan Silent Treatment

Silent treatment berarti menangani atau menanggapi orang lain dengan diam; tanpa tegur sapa. Tidak lagi memiliki rasa cinta sehingga memilih sikap diam sebagai cara memberikan penanganan terhadap anggota keluarga yang lain. Silent treatment bisa berakibat buruk dengan pembalasan berupa silent treatment. Bila sudah demikian, semakin buruklah situasi karena hilangnya rasa cinta, perhatian, maupun rasa menghormati satu sama lain.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

Bila di atas sudah disebutkan mengenai upaya menyakiti anggota keluarga yang lain lewat kata-kata, di mana upaya tersebut sebenarnya sudah masuk ke dalam KDRT, maka definisi KDRT yang lain adalah pelibatan kekerasan fisik seperti memukul, menampar, menendang, penggunaan pisau, dan lain sebagainya yang menyebabkan luka terbuka maupun luka dalam.

Demikian ulasan dari tim Awal Cemerlang mengenai keluarga yang harmonis. Semoga ayah-bunda sekalian dapat mewujudkan keluarga harmonis di dalam keluarga dan rumah tangga masing-masing.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.