Para orang tua di era kini banyak yang menganut gentle parenting sebagai metode pengasuhan anak yang mereka pilih. Gentle parenting diyakini bisa berdampak lebih positif bagi anak maupun orangtua dalam jangka panjang.

Apa Itu Gentle Parenting dan Contohnya

Gentle parenting adalah filosofi pengasuhan yang mengusulkan metode yang bertujuan untuk mempromosikan keterikatan orang tua dan bayi tidak hanya dengan empati dan respons orang tua yang maksimal tetapi juga dengan kedekatan dan sentuhan tubuh yang berkelanjutan.

Salah satu langkah kuncinya adalah pengaturan diri, atau kemampuan untuk merespons pengalaman dengan cara yang dapat diterima secara sosial.

Gentel Parenting menuntun orangtua yang kesal atau frustrasi untuk mengganti “memarahi anak” dengan pengaturan diri.

Aliza Pressman menyatakan, “Cara utama bayi dan anak-anak mempelajari pengaturan diri adalah melalui pengaturan bersama, yang melibatkan berbagai jenis respons, seperti kehadiran yang hangat, pengakuan akan kesusahan, dan nada suara yang menenangkan, serta mencontohkan proses menenangkan diri kita sendiri.”

“Dengan berbagi rasa tenang dengan anak-anak, kami secara perlahan mengajari mereka cara mengatur diri ketika mereka merasakan kemungkinan adanya ancaman,” Aliza Pressman.

Daripada mengubur perasaan orangtua, bicarakanlah dengan anak. Pressman menyarankan agar ayah-bunda jujur menceritakan apa yang terjadi pada si kecil. Tak perlu diceritakan secara detail, namun jelaskan saja dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dipahami anak.

Contoh: “Bunda lagi kesal banget jadi engga bisa fokus. Tunggu sebentar, ya Bunda tarik napas dalam-dalam dulu sampai tenang dan sebentar lagi Bunda akan fokus lagi, kok”.

Dengan demikian, kita tidak menutup-nutupi perasaan, maupun memanipulasi situasi sehingga anak tidak menjadi pelampiasan emosi atau kemarahan.

BACA JUGA  Cara Menasehati Anak Laki-Laki Menurut Islam

3C pada Gentle Parenting

Ada 3C sebagai prinsip pada gentle parenting, yaitu Connection, Communication, and Consistency. Prinsipnya adalah semakin ayah-bunda terkoneksi dengan si kecil, maka dengan komunikasi dan konsistensi maka si kecil akan semakin mau bersikap sesuai dengan yang ayah-bundanya inginkan.

Kelemahan Gentle Parenting

Tidak semua anak bisa ditangani dengan gentle parenting. Pada anak yang lebih sulit memahami orangtuanya karena mereka lebih serius, punya perilaku menantang (challenging) maupun bersikap agresif, maka pendekatan gentle parenting kurang mempan untuk diterapkan kepada mereka.

Referensi: “The 5 Principles of Parenting: Your Essential Guide to Raising Good Humans”, by Aliza Pressman (founder of Mount Sinai Parenting Center)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.