Home Pengasuhan Perlunya Membiasakan Rutinitas pada Anak Balita

Perlunya Membiasakan Rutinitas pada Anak Balita

0
42
gambar anak laki-laki sedang memasukkan perlengkapan ke dalam tasnya

Ada sebuah riset di tahun 2018 yang menyatakan bahwa anak-anak yang taat pada jadwal rutin (snacking, mandi dan gosok gigi, mendengar cerita, dipeluk orang tua) rupanya menjalani tidur malam yang lebih lelap. Sebagaimana kita tahu, tidur malam yang lelap itu penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dengan kegiatan-kegiatan rutin yang sudah terjadwal, akan terbangun rasa aman dan percaya diri pada anak, karena dia menjalani rutinitas yang terprediksi. Alih-alih bertanya-tanya apa yang dilakukan selanjutnya -karena dia sudah tahu apa yang dikerjakan berikutnya-, si kecil bisa fokus mempelajari apa yang sedang dihadapinya.

Mengingat kembali situasi yang menyebabkan anak tantrum, dapat kita simpulkan bahwa memberitahukan pada anak apa dan kapan kegiatan berikutnya bisa mencegah mereka mengalami tantrum. Sehingga mereka tahu bahwa apa yang mereka kerjakan saat sekarang akan ada batas waktunya.

Jadi rutinitas bukan hanya baik pada orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak.

Contoh Jadwal Anak-Anak

Ayah bunda tentu berharap bahwa dengan anak-anak bisa stick to their agenda, maka orang tua menjadi lebih nyaman dalam mengerjakan urusan-urusan orang dewasa. Rupanya tidak bisa sekaku itu. Jadwal lebih bersifat panduan saja pada anak-anak dan ayah-bunda harus bisa fleksibel dalam memodifikasi jadwal tersebut mengikuti gaya hidup yang nyaman.

BACA JUGA  Percakapan Orangtua-Anak yang Membuat Si Kecil Lebih Terkesan

Intinya adalah mendapatkan ritme kehidupan yang stabil, tanpa ada gangguan yang bersifat tiba-tiba, baik untuk ayah-bunda maupun demi si kecil juga. Concern paling utama adalah agar anak lelah dengan kesehariannya sehingga bisa istirahat dengan lelap di malam hari.

Bagaimana contoh jadwal kehidupan anak-anak yang baik untuk mereka?

06.00-07.30: Bangun Tidur

Periset menyatakan jadwal bangun tidur sebaiknya konsisten pada tiap individu anak. Tentu saja, kapan mereka bangun dan mengawali hari akan berdampak pada istirahat siang dan jadwal tidur malam, ‘kan.

07.30 – 08.30 : Sarapan Pagi dan Bersih-Bersih Rumah

Sarapan adalah jadwal makan penting untuk berbuka puasa –break the fast– sekaligus mengawali hari. Selepas itu, ayah-bunda bisa bersih-bersih rumah. Mungkin si kecil yang tidak mau jauh dari Anda itu akan mengikuti Anda ke manapun pergi di rumah.

08.30 – 10.00 : Bermain di Luar Rumah

Halaman sekitar rumah sudah cukup menjadi ruang eksplorasi bagi mereka. Waktu dan durasi diserahkan kepada ayah-bunda, namun perlu diingat bahwa sinar matahari pagi yang merangsang pembentukan Vitamin D itu disarankan sebelum jam 10 pagi.

10.00 – 11.00 dan 16.00 – 17.00: Bermain di Dalam Rumah

Waktu bermain yang tidak terstruktur sangat penting untuk perkembangan balita. Ini memberi mereka kebebasan berekspresi dan membiarkan mereka bereksperimen dengan bahasa dan imajinasi. Para peneliti mengatakan bahwa anak-anak bahkan lebih terlibat dengan pengasuhnya ketika permainan tidak terstruktur untuk mereka.

Contoh permainan bebas atau permainan tidak terstruktur untuk mengisi slot waktu ini dapat mencakup:

membangun dengan balok sederhana, lego atau semacamnya
bermain-main dengan bangun ruang dasar/sederhana seperti bola, balok, segitiga, dll

11.00 – 12.30 : Kegiatan Terencana Lainnya

Sebagai orang dewasa tentu ada kegiatan yang ayah-bunda rencanakan untuk dilakukan. Misalnya pergi ke perpustakaan, proyek seni (melukis, menulis, menjahit, dll), bertemu teman, berbelanja atau janji dan tugas lainnya. Dalam pada itu, tentu si kecil berkegiatan atau diberikan alat-perangkat sehingga bisa beraktivitas di sekitar Anda.

BACA JUGA  Mengajarkan Niat Istinja Kepada Anak Sejak Kecil

12.30 – 13.30 : Makan Siang

13.30 – 15.30 : Istirahat Siang

Menurut sleep consultant Nicole Johnson, sebagian besar balita menggabungkan tidur siang mereka menjadi hanya satu kali tidur siang hari pada usia 15 hingga 18 bulan. Usahakan untuk tidur siang pada waktu yang sama setiap hari.

Waktu-waktu seperti ini juga baik bagi ayah-bunda, karena sebagai “me time” kan. Jika Anda memiliki anak yang lebih kecil atau lebih tua yang tidak tidur siang pada jam tersebut, ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan waktu berduaan dengan mereka.

Apakah balita Anda tidak tidur siang – atau sekadar menolak tidur? Beri mereka beberapa aktivitas tenang untuk dilakukan sendirian di kamar mereka. Pastikan ruangan bebas dari bahaya dan check in dari waktu ke waktu untuk memastikan anak Anda aman.

Tidak tidur siang itu tidak apa-apa. Harapannya adalah mereka cukup lelah sehingga segera tidur malam tanpa terbangun di tengah malam.

15.30 – 16.00 : Snack Sore

Makan camilan di sore hari yang tidak membuat mereka”malas” makan malam. Coba tawarkan buah-buahan atau atau camilan sehat lainnya yang disukai anak-anak.

18.00 – 19.00 Makan Malam Bersama

Makan bersama dan membicarakan aktivitas hari itu dapat membantu keterampilan komunikasi balita Anda. Makan bersama secara teratur juga memberikan dorongan emosional dan perasaan aman dalam keluarga. Keluarga yang melakukan food preparation lalu makan bersama mungkin mengonsumsi makanan berkualitas lebih tinggi (lebih banyak buah, sayuran, dll.) dibandingkan makanan yang digoreng atau berlemak.

Usahakan anak-anak melihat apa saja tugas-tugas rumah tangga seperti food preparation, masak, mencuci piring, dan lain sebagainya.

20.00 Tidur Malam

Rutinitas padat sebelum tidur di sini mungkin termasuk menggosok gigi, membaca cerita, menyanyikan lagu, memeluk atau mencium selamat tidur.

BACA JUGA  Antisipasi Tumbuh Kembang yang Terlambat pada Anak

Para peneliti berbagi bahwa mematikan lampu beberapa jam sebelum waktu tidur dapat membantu ritme jantung alami anak Anda, sehingga membuat mereka mengantuk.

Demikian contoh kegiatan rutin terjadwal untuk si kecil. Poinnya adalah bagaimana membuat mereka tetap sibuk bermain dan belajar sehingga tidur malamnya tetap optimal.

Referensi: https://www.healthline.com/health/parenting/toddler-schedule

NO COMMENTS

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Discover more from awalcemerlang.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading