Home Pengasuhan Apa dan Bagaimana Mindful Parenting yang Sedang Populer Dibicarakan Itu?

Apa dan Bagaimana Mindful Parenting yang Sedang Populer Dibicarakan Itu?

0
24
gambar anak perempuan sedang memeluk ibunya

Punya si kecil di rumah? Jika ayah-bunda merasa lepas kendali dan membutuhkan bimbingan tambahan, Anda tidak sendirian.

Namun di antara semua pertengkaran saudara, dan menunggu di antrean penjemputan di taman kanak-kanak -yang menghabiskan kesabaran itu-, dan lain sebagainya – mungkin ayah-bunda hanya punya sedikit waktu dan energi untuk meresapi konten-konten pengasuhan yang penuh nasihat.

Pada saat yang sama, mindfulness sedang populer -seperti adanya konsep mindful eating, dan sebagainya- sehingga beberapa orang menjadikannya sebagai filosofi pengasuhan mereka. Metode ini bukan ide yang buruk — tim Awal Cemerang akan merangkumkan tentang mindful parenting dan mengapa ada baiknya meluangkan waktu ekstra untuk menarik nafas di situasi yang membuat frustrasi.

Apa Artinya Menjadi Ayah-Bunda yang Mindful

Mindfulness adalah praktik hidup yang didasarkan pada ‘di sini dan saat ini’. Itu berarti ayah-bunda menyadari sedang berada di suatu tempat di dunia, Anda menyadari apa yang Anda pikirkan, dan Anda menyadari apa yang Anda rasakan di luar dan di dalam tubuh.

Tidak hanya itu, mindfulness juga berarti memandang dunia – dunia Anda – dengan lebih sedikit penghakiman dan lebih banyak penerimaan. Gagasan untuk membawa kesadaran sepenuhnya pada momen ‘di sini dan saat ini’ adalah inti dari meditasi yang telah dipelajari dan dipraktikkan selama berabad-abad.

Intinya, terapkan prinsip ‘di sini dan saat ini’ pada banyak situasi dalam keluarga ayah-bunda yang kadang-kadang membuat gila.

Tujuan dari menerapkan mindfulness dalam mengasuh anak adalah memberikan respons yang bijaksana -karena memang dipikirkan dengan matang- terhadap perilaku atau tindakan si kecil, bukan sekadar bereaksi. Ayah-bunda berusaha menerima apa yang dilakukan si kecil, dan pada gilirannya ini akan kembali pada ayah-bunda sendiri. Semuanya akan berdampak pada terpeliharanya hubungan orangtua-anak serta memperkuat ikatan kekeluargaan.

BACA JUGA  Tentang Pahala Puasa Setengah Hari bagi Anak Kecil

Menjadi ayah-bunda yang mindful tidak berarti selalu berarti berpikir positif. Karena pengasuhan memang tidak selalu menyenangkan dan penuh senyuman, serta tanpa keluhan anak-anak.

Mindful parenting juga tidak membiarkan trauma dari masa lalu atau overthinking akan masa depan berdampak pada reaksi Anda. Ayah-bunda bisa menanggapinya dengan kemarahan atau frustrasi, tetapi lakukanlah secara bijak/berilmu, bukan membiarkan reaksi otomatis menguasai Anda.

Faktor Kunci Mindful Parenting

Banyak dari apa yang Anda temukan tentang mindful parenting berfokus pada tiga kualitas utama:

kesadaran dan perhatian pada ‘di sini dan saat ini’
intensionalitas (niat atau tujuan melakukan sesuatu) dan pemahaman pada perilaku
sikap/tanggapan – tidak menghakimi, penuh kasih sayang, menerima

Untuk menguraikannya lebih jauh, sebagian besar gagasan pengasuhan yang penuh perhatian melibatkan keterampilan berikut:

Mendengarkan. Ini berarti benar-benar mendengarkan dan mengamati dengan penuh perhatian.
Penerimaan yang tidak menghakimi. Tidak menghakimi perasaan si kecil pada saat terjadinya suatu situasi. Tidak menghakimi berarti melepaskan ekspektasi yang tidak realistis terhadap si kecil. Tujuannya adalah menerima si kecil “apa adanya”.
Kesadaran emosional. Kesadaran dalam pengasuhan itu berpindah dari “orang tua ke anak” baru “anak ke orang tua”. Perlu diingat bahwa selalu ada emosi yang memengaruhi situasi, baik yang terbentuk sejak lama atau hanya sesaat.
Regulasi diri. Ini berarti tidak membiarkan emosi Anda memicu reaksi langsung, seperti berteriak atau perilaku otomatis lainnya. Singkatnya: Berpikirlah sebelum bertindak untuk menghindari reaksi berlebihan.
Kasih sayang. Ayah-bunda mungkin tidak setuju dengan tindakan atau pemikiran anak Anda, namun mindful parenting mendorong orang tua untuk berkasih sayang kepada si kecil. Libatkan empati dan pemahaman terhadap posisi anak saat ini. Berkasih sayang juga kepada pasangan, sehingga berkurang rasa menyalahkan diri sendiri jika situasi tidak berjalan sesuai harapan.

BACA JUGA  Pola Mengasuh Anak ala 3 Calon Presiden 2024

Manfaat Mindful Parenting

Ada banyak studi yang mempelajari manfaat mindful parenting. Untuk ayah bunda, manfaat ini meliputi berkurangnya stress, depresi, dan kecemasan. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, berlatih mindful dalam pengasuhan memperkuat hubungan antara orang tua dengan anak.

Ketika anak tumbuh dewasa, kehidupannya mengalami turbulensi. Periset menemukan bahwa anak remaja yang merespon dengan baik, rupanya dilatarbelakangi oleh kemampuan orangtuanya untuk merespon dengan konstruktif terhadap pemicu stress, alih-alih bereaksi negatif atau keras terhadap anak.

Pada anak-anak, mindful parenting membantu anak dalam pengambilan keputusan tatkala bersosialisasi. Periset menemukan hal tersebut ada hubungannya dengan meregulasi emosi. Jadi, memahami dan menerima emosi anak, menjadikan anak mengembangkan regulasi emosi sebagai keterampilan hidup yang penting ini sejak dini.

Contoh Mindful Parenting

Bayi yang Tidak Mau Tidur

Tarik nafas. Berhentilah sejenak untuk memahami emosi Anda. Semuanya normal, kok. Akui rasa marah atau rasa frustrasi. Terimalah bahwa banyak bayi mengalami kesulitan tidur malam. Dan apa yang terjadi malam ini tidak berarti akan terjadi pula di malam-malam berikutnya.

Balita Mengamuk di Toko

Lihatlah sekitar. Adakah orang asing yang lain memperhatikan dan membuat ayah-bunda merasa malu? Jika ya, terima dulu momen tersebut.

Pikirkan beberapa kemungkinan mengenai si kecil. Mungkin ingin mainan atau makanan tertentu. Mungkin juga mereka lelah dan ingin tidur secepat mungkin.

Terimalah bahwa mereka mungkin sedang menghadapi emosi mereka sendiri yang cukup besar. Dan kalau ada orang asing yang memperhatikan, ingatlah bahwa si kecil tidak tahu hal tersebut dan tidak bermaksud mempermalukan ayah-bunda.

Anak Menolak Makan

Anak yang kali ini menolak makan, belum tentu akan selamanya menolak makan. Ingatlah bahwa manusia pasti akan merasa lapar. Pada saat itu datang, ayah-bunda bisa menyuapi si kecil.

BACA JUGA  Dengan Pengasuhan Positif, Anak Tumbuh Sehat dan Bahagia

Saat ini, pikirkan bahwa mungkin si kecil merasa khawatir dengan rasa atau tektur baru. Contohkan mencoba menu baru tersebut sehingga mereka juga melihat bahwa ayah-bunda makan menu yang sama.

Perbedaan dengan Gaya Pengasuhan yang Lain

Dibandingkan dengan Mindful Parenting, gaya pengasuhan lain cenderung fokus pada strategi dalam mengatasi aksi atau perilaku tertentu.

Sementara Mindful Parenting adalah tentang pola pikir, bukan soal strategi. Pada intinya, Mindful parenting adalah mengenai ‘mundur 1 langkah’ dan ‘melambat’ untuk bisa mengatasi situasi.

Mindful Parenting adalah tentang mengisi jiwa ayah-bunda sehingga dapat mengenali emosi dari dalam diri maupun rangsangan dari luar yang mungkin berdampak pada momen ‘di sini dan saat ini’. Gaya pengasuhan ini juga mengenai penerimaan pada emosi positif maupun negatif, alih-alih mengambil sikap melawan saat itu juga untuk mencapai suatu hasil tertentu.

Intinya, mindful parenting menghormati dan menghargai pengalaman masa kanak-kanak dan supaya ayah-bunda melihat dunia si kecil dari kacamata mereka. FYI, pada anak-anak yang masih kecil, secara alamiah hanya hidup ‘di sini’ dan pada ‘saat ini’. Jadi mereka memang tidak bisa disalahkan sepenuhnya.

Meskipun gaya pengasuhan lainnya lebih pada mengajarkan rutinitas maupun baik dan benar pada anak, tujuan mindful parenting adalah memberi alat dan kesempatan pada anak untuk menghadapi pemicu stresnya sendiri dengan cara yang lebih mindful.

NO COMMENTS

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Discover more from awalcemerlang.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading