anak perempuan membaca buku bersama ayahnya

Kegiatan membaca bersama anak adalah kegiatan yang seringkali direkomendasikan oleh para pakar pengasuhan (parenting) di seluruh dunia. Mengapa bisa begitu? Yuk kita refresh lagi ingatan, pemahaman, dan keyakinan kita kenapa ayah-bunda perlu sering-sering membaca buku bersama si kecil.

Membangun keakraban emosional

Posisi ayah-bunda membacakan buku untuk si kecil seringkali adalah dipangku, bukan? Minimal duduk bersebelahan. Dalam situasi tersebut, ada sentuhan kulit yang bertemu dengan kulit yang lain. Ada chemistry di sana. Posisi seperti ini merupakan rangsangan dari ayah-bunda yang membangun kepekaan emosional si kecil.

Quality time ini penting dan ini adalah salah satu dari hal-hal yang diajarkan oleh para ahli psikologi perkembangan anak.

Merangsang kognitif anak

Dengan membaca buku bersama anak, ayah-bunda jadi memperkenalkan huruf-huruf sebagai simbol demi simbol yang jika dirangkai menjadi kata, kemudian menjadi kalimat, rupanya memiliki makna. Makna yang ditangkap anak merupakan hasil dari rangsangan kognitif yang diberikan oleh orang tua.

Memperkenalkan bunyi pada anak

Lewat anak mendengar bunyi kata dan kalimat, anak-anak mulai mengenali bunyi. Tidak sekedar mengenali bunyi, namun juga mengasosiasikan bunyi yang didengar oleh telinga tersebut dengan suatu huruf atau kata yang ada di hadapannya. Rangsangan bunyi ini kemudian menjadi lebih kompleks ketika tiga elemen sekaligus disatukan: bunyi suatu kata + tulisan kata tersebut di atas kertas + gambar benda tersebut di atas kertas yang sama.

Mencegah terlambatnya tumbuh kembang anak

Dengan merangsang kognitif lewat huruf dan kata secara visual, ditambah dengan bunyi yang didengar, keduanya membantu anak untuk terus berevolusi dalam tumbuh kembangnya. Rangsangan dari luar dan respon yang diberikan si anak akan mencegah si kecil mengalami tumbuh-kembang yang terlambat.

BACA JUGA  Percakapan Orangtua-Anak yang Membuat Si Kecil Lebih Terkesan

Menciptakan Ruang Diskusi Bersama Anak

Ayah-bunda dapat memanfaatkan kegiatan membaca bersama anak untuk menghubungkan isi buku dengan pengalaman nyata di dunia. Pengalaman membaca buku tidak hanya menjadi sarana untuk perkembangan bahasa dan literasi, namun bisa menjadi kegiatan untuk pembelajaran emosi,kemampuan sosial, dan banyak hal lainnya. Jangan bayangkan diskusi berat seperti orang dewasa, ya! Diskusi dapat berbentuk percakapan ringan, disertai candaan, mapun nyanyian  (Opong & Tagle, 2021).

Membiasakan Budaya Membaca

Membaca bersama anak dapat menjadi sarana membangun minat awal atau ketertarikan terhadap kegiatan membaca. Pengalaman positif ketika membaca membuat anak mempersepsi bahwa membaca adalah kegiatan yang menyenangkan. Ini adalah langkah awal yang baik untuk membangun motivasi membaca anak! (Elisabeth, Ryzandria, Clarissa, Anggita, & Amanda, 2022, halaman 29).

Referensi: https://sekolahku.sch.id/2022/10/10/manfaat-membaca-buku-cerita-bersama-anak/

Demikian artikel ini mengulas tentang pentingnya membaca buku bersama si kecil.

Awal Cemerlang adalah platform yang berfokus pada topik parenting & pengasuhan anak usia 2-7 tahun. Kami berharap bisa membantu para ayah-bunda dalam pengasuhan agar si kecil bisa merasakan masa-masa “awal” yang benar-benar “cemerlang”. Lewat website awalcemerlang.com dan social media, kami berbagi tips, cerita, dan info seru lainnya. Follow social media kami di IG @awalcemerlang dan Tiktok @awalcemerlang 😊 Gabung juga di WAG Komunitas Awal Cemerlang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.