gambar anak memegang loudspeaker

Anak-anak berkembang dengan kecepatannya masing-masing, namun si kecil mungkin mengalami keterlambatan bicara jika mereka tidak mencapai tahap perkembangan tertentu.

Beberapa anak fokus mempelajari satu keterampilan terlebih dahulu dibandingkan yang lain, misalnya keterampilan berbicara. Namun, jika si kecil tidak mengucapkan sekitar 50 kata unik dan membentuk kalimat dua kata, bicarakan dengan dokter spesialis anak. Mereka mungkin merekomendasikan pemeriksaan untuk mengetahui apakah si kecil terlambat bicara atau apakah mereka memiliki kondisi yang mendasarinya.

Pedoman tumbuh-kembang membantu kita memahami ukuran kemajuan si kecil, namun itu hanyalah pedoman umum. Masing-masing anak berkembang dengan kecepatannya sendiri.

Jika si kecil mengalami keterlambatan bicara, bukan berarti ada sesuatu yang salah. Mereka mungkin hanya terlambat bertumbuh-kembang. Speech delay juga bisa disebabkan oleh gangguan pendengaran atau gangguan neurologis atau lainnya.

Banyak jenis speech delay yang dapat ditangani secara efektif. Pelajari tanda-tanda speech delay pada balita, untuk melakukan intervensi lebih dini, dan lihat apa yang ayah-bunda dapat lakukan.

Apa yang dimaksud dengan speech delay pada balita?

Berbicara adalah tindakan fisik yang menghasilkan suara berupa kata-kata yang bermakna. Balita dengan speech delay mungkin sudah mencoba bicara tetapi mengalami kesulitan dalam membentuk suara yang tepat untuk membuat kata-kata. Speech delay bukan berarti tidak paham atau tidak bisa melakukan komunikasi nonverbal.

Si kecil mungkin juga mengalami keterlambatan bahasa, yang melibatkan pemahaman dan komunikasi, baik secara verbal maupun nonverbal. Balita yang mengalami keterlambatan bahasa mungkin dapat mengeluarkan bunyi dan mengucapkan beberapa kata dengan benar, namun mereka belum dapat membentuk frasa atau kalimat yang masuk akal. Dalam kasus seperti ini, mereka mungkin mengalami kesulitan memahami orang lain.

Anak-anak dapat mengalami speech delay atau keterlambatan bahasa, namun kedua kondisi tersebut terkadang tumpang tindih.

Jika ayah-bunda tidak tahu yang mana yang terjadi pada si kecil, jangan fokus pada perbedaan di antara keduanya. Lakukan pemeriksaan saja saja dan mulai pengobatan si kecil.

Tahapan Perkembangan Bicara dan Bahasa pada 3 Tahun Pertama

Keterampilan berbicara dan berbahasa pada bayi dimulai dengan mengoceh. Bulan demi bulan berlalu, celoteh yang kedengarannya tak berarti itu berkembang menjadi kata pertama yang bisa dimengerti.

Speech delay terjadi ketika balita belum mencapai tahap perkembangan bicara yang normal. Anak-anak maju sesuai timeline mereka sendiri. Sedikit terlambat dalam percakapan bukan berarti ada masalah serius.

Usia 0-1

Bahasa biasanya mulai berkembang sekitar usia 4-6 bulan. Pada masa ini, si kecil seharusnya sudah mengeluarkan suara mengoceh dan menunjukkan pemahaman terhadap lingkungannya melalui hal-hal seperti tertawa. Jika bayi tidak bersuara atau mengeluarkan suara lain pada usia dua bulan, ini bisa menjadi tanda awal speech delay.

BACA JUGA  Pola Mengasuh Anak ala 3 Calon Presiden 2024

Sejak usia tujuh bulan, bayi sudah bisa bereaksi terhadap suara dan memahami kata-kata dasar seperti “cangkir”, “sepatu”, atau “jus”. Mereka harus terus mengoceh sambil menggunakan gerakan tangan, dan sekitar usia 1 tahun, mereka sudah bisa mengucapkan 1-2 kata, sering kali adalah “mama” atau “papa”.

Usia 1-2

Pada tahun kedua kehidupannya, seorang anak seharusnya sudah mampu memahami bagian-bagian dasar tubuh, serta perintah dan pertanyaan sederhana. Mereka harus mempelajari kata-kata baru dan mulai menggunakan beberapa kombinasi dua kata.

Ayah-bunda juga akan melihat mereka bereaksi terhadap hal-hal seperti gambar, cerita, atau lagu. Mereka juga mulai mengajukan pertanyaan sederhana.

Usia 2-3

Pada tahun ketiga kehidupannya, balita seharusnya mulai menggunakan 2-3 kombinasi kata dengan lebih teratur.

Anak usia 3 tahun pada umumnya dapat menggunakan sekitar 1.000 kata. Pada saat ini, mereka seharusnya sudah mempunyai kosakata yang cukup untuk menyebutkan sebagian besar benda di sekitar mereka. Ayah-bunda seharusnya bisa memahami ucapannya, tapi tidak apa-apa jika orang dewasa lainnya belum paham. Orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan balita cenderung paling memahami mereka.

Selain itu, pada usia 3 tahun, mereka biasanya dapat:

  • Menyebut dirinya dengan namanya, memanggil orang lain dengan namanya
  • Menggunakan kata benda, kata sifat, dan kata kerja dalam kalimat tiga dan empat kata
  • Membentuk kata jamak/perulangan
  • Mengajukan pertanyaan
  • Bercerita, mengulang lagu anak-anak, menyanyikan sebuah lagu

Tanda-tanda speech delay

Tanda-tanda balita yang lebih tua kehilangan tahapan bicaranya:

  • Usia 2: menggunakan kurang dari 50 kata
  • Usia 2,5: tidak menggunakan frasa dua kata atau kombinasi kata benda dan kata kerja yang unik
  • Usia 3 tahun: tidak menggunakan setidaknya 200 kata, meminta sesuatu tapi tidak menyebutkan nama benda tersebut (sekedar menunjuk, misalnya), sulit dipahami oleh orang dewasa yang tinggal bersamanya
  • Segala usia: tidak dapat mengucapkan kata-kata yang telah dipelajari sebelumnya

Apa yang bisa menyebabkan speech delay?

Speech delay bisa berarti tahapan mereka sedikit berbeda, dan mereka akan menyusul. Namun speech delay atau keterlambatan bahasa bisa juga mengindikasikan perkembangan fisik dan intelektual secara keseluruhan. Berikut beberapa contohnya.

Masalah dengan mulut

Speech delay dapat mengindikasikan adanya masalah pada mulut, lidah, atau langit-langit mulut. Dalam kondisi yang disebut ankyloglossia (lidah terikat), yang mempengaruhi 4%-10% populasi, lidah terhubung ke dasar mulut. Hal ini dapat mempersulit pembuatan suara tertentu, khususnya: D, L, R, S, T, Z, th.

Lidah terikat juga dapat menyulitkan bayi untuk menyusu.

Gangguan bicara dan bahasa

Anak usia 3 tahun yang dapat memahami dan berkomunikasi secara nonverbal tetapi tidak dapat mengucapkan banyak kata mungkin mengalami speech delay. Seseorang yang dapat mengucapkan beberapa kata namun tidak dapat menerjemahkannya ke dalam frasa yang dapat dimengerti mungkin mengalami keterlambatan bahasa.

Beberapa gangguan bicara dan bahasa melibatkan fungsi otak dan mungkin mengindikasikan ketidakmampuan belajar. Salah satu penyebab speech delay, bahasa, dan perkembangan lainnya adalah kelahiran prematur.

Apraksia bicara pada masa kanak-kanak adalah kelainan fisik yang membuat sulit membentuk suara dalam urutan yang tepat untuk membentuk kata. Itu tidak mempengaruhi komunikasi nonverbal (misalnya bahasa isyarat) atau pemahaman bahasa.

Gangguan pendengaran

Balita yang tidak dapat mendengar dengan baik, atau mendengar ucapan yang terdistorsi, kemungkinan besar akan kesulitan membentuk kata-kata.

Salah satu tanda gangguan pendengaran adalah si kecil tidak mengenali seseorang atau suatu benda saat ayah-bunda menyebutkan namanya, namun mengenalinya jika ayah-bunda menggunakan isyarat.

Namun, tanda-tanda gangguan pendengaran mungkin sangat tidak kentara. Terkadang speech delay atau gangguan bahasa mungkin merupakan satu-satunya tanda yang terlihat.

BACA JUGA  Milestone Bahasa: Dari 0 hingga 12 Bulan Pertama Kehidupan

Kurangnya Rangsangan

Kita semua belajar berbicara untuk terlibat dalam percakapan. Sulit bagi si kecil untuk menangkap pembicaraan jika tidak ada orang yang berinteraksi dengannya.

Lingkungan memainkan peran penting dalam perkembangan bicara dan bahasa. Pelecehan, pengabaian, atau kurangnya rangsangan verbal dapat menghalangi anak mencapai tahap perkembangan sesuai pedoman.

Hal ini kemungkinan besar akan mempengaruhi semua jenis perkembangan bahasa, termasuk perkembangan bicara itu sendiri, serta kemampuan untuk memahami dan mengungkapkan konsep serta belajar bagaimana berkomunikasi secara sosial.

Spektrum Autisme

Masalah bicara dan bahasa sangat sering terlihat pada spektrum autisme. Tanda-tanda lain mungkin termasuk:

  • Mengulangi frasa (echolalia) alih-alih membuat frasa
  • Perilaku berulang
  • Gangguan komunikasi verbal dan nonverbal
  • Gangguan interaksi sosial
  • Regresi bicara dan bahasa

Masalah Neurologis

Gangguan neurologis tertentu dapat memengaruhi otot-otot yang diperlukan untuk berbicara. Ini termasuk:

  • kelumpuhan serebral
  • distrofi otot
  • cedera otak traumatis

Dalam kasus Cerebral Palsy, gangguan pendengaran atau gangguan perkembangan lainnya juga dapat mempengaruhi kemampuan bicara.

Cacat Intelektual

Bicara bisa tertunda karena cacat intelektual. Jika si kecil tidak berbicara, ini mungkin masalah kognitifnya, bukan ketidakmampuannya membentuk kata-kata.

Kapan Harus Menemui Dokter dan Apa yang Diharapkan

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar anak-anak dievaluasi perkembangannya secara keseluruhan pada usia 9, 18, dan 30 bulan.

Hal ini biasanya dilakukan sebagai langkah rutin dalam pemeriksaan kesehatan si kecil, di mana dokter si kecil harus mengidentifikasi masalah bicara atau bahasa, jika ada, dan merujuk si kecil untuk tes perkembangan lebih lanjut.

Oleh karena itu, jika ayah-bunda merasa si kecil menunjukkan speech delay, atau memiliki kekhawatiran lain, segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak. Jika si kecil lebih awal mendapatkan intervensi, maka akan semakin mudah untuk mengatasi keterlambatan tersebut.

Mendiagnosis speech delay

Karena perkembangan balita berbeda-beda, sulit membedakan antara speech delay dan gangguan bahasa.

Antara 10-20% anak usia 2 tahun terlambat mengembangkan bahasa, dan laki-laki tiga kali lebih mungkin daripada Perempuan termasuk dalam kelompok ini. Sebagian besar tidak memiliki gangguan bicara atau bahasa dan baru mengalami gangguan tersebut pada usia 3 tahun.

Dokter spesialis anak akan mengajukan pertanyaan tentang kemampuan bicara dan bahasa si kecil serta tahapan perkembangan dan perilaku lainnya.

Mereka akan memeriksa mulut, langit-langit mulut, dan lidah si kecil. Mereka mungkin juga akan memeriksakan pendengaran si kecil. Meskipun si kecil tampak responsif terhadap suara, mungkin terdapat gangguan pendengaran yang membuat kata-katanya terdengar kacau.

Jika dokter spesialis anak merujuk pengujian lebih lanjut, berikut ini daftar professional yang mungkin dikunjungi:

  • audiolog
  • ahli patologi bahasa wicara
  • ahli saraf
  • layanan intervensi dini

Mengobati Speech Delay

Terapi Wicara-Bahasa

Pengobatan lini pertama adalah terapi wicara-bahasa. Jika bicara adalah satu-satunya keterlambatan perkembangan, ini mungkin satu-satunya pengobatan yang diperlukan.

Dengan intervensi sejak dini, si kecil mungkin akan memiliki cara bicara yang sesuai dengan anak-anak seusianya saat mereka masuk sekolah.

Terapi wicara-bahasa juga bisa efektif dalam rencana pengobatan secara keseluruhan bila ada diagnosis lain. Terapis wicara-bahasa akan bekerja secara langsung dengan si kecil serta memberi petunjuk bagaimana ayah-bunda dapat membantu mereka.

Layanan Intervensi Dini

Penelitian menunjukkan bahwa jika speech delay tidak ditangani sejak dini, ada peluang lebih tinggi untuk mengalami berbagai masalah sosial, emosional, perilaku, dan kognitif di masa dewasa.

Dengan diagnosis dokter, si kecil yang berusia 3 tahun mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan layanan intervensi dini sebelum mereka mulai bersekolah.

Mengobati Kondisi yang Mendasarinya

Jika speech delay berhubungan dengan kondisi yang mendasarinya atau terjadi bersamaan dengan kelainan yang ada, penting juga untuk mengatasi masalah tersebut. Ini mungkin termasuk:

  • Membantu masalah pendengaran
  • Memperbaiki masalah fisik pada mulut atau lidah
  • Terapi okupasi
  • Terapi fisik
  • Terapi analisis perilaku terapan (ABA).
  • Penatalaksanaan gangguan neurologis
BACA JUGA  Cara-Cara Mendorong Balita Belajar Berbicara

Apa yang bisa dilakukan orang tua

Berikut beberapa cara yang ayah-bunda bisa lakukan guna mendorong kemampuan bicara si kecil:

  • Bicaralah langsung dengan si kecil, meskipun hanya untuk menceritakan apa yang ayah-bunda lakukan.
  • Gunakan isyarat dan tunjuk objek saat ayah-bunda mengucapkan kata-kata. Ayah-bunda dapat melakukan ini dengan bagian tubuh, orang, mainan, warna, atau benda yang ayah-bunda lihat saat berjalan-jalan di sekitar perumahan.
  • Bacakan untuk si kecil. Bicarakan tentang gambar-gambar itu.
  • Nyanyikan lagu sederhana yang mudah diulang.
  • Ayah-bunda berikan perhatian penuh saat berbicara dengan mereka. Bersabarlah saat si kecil mencoba berbicara dengan ayah-bunda.
  • Saat seseorang mengajukan pertanyaan kepada mereka, jangan menjawabnya.
  • Sekalipun ayah-bunda sudah mengantisipasi kebutuhan mereka, beri mereka kesempatan untuk mengatakannya sendiri.
  • Ulangi kata-kata tersebut dengan benar daripada langsung mengkritik kesalahan.
  • Biarkan si kecil berinteraksi dengan anak yang memiliki kemampuan berbahasa yang baik.
  • Ajukan pertanyaan dan berikan pilihan, berikan banyak waktu untuk merespons.

Mungkin saja tidak ada yang salah, dan si kecil akan mencapainya pada waktunya sendiri. Namun terkadang, speech delay bisa menandakan masalah lain, seperti gangguan pendengaran atau keterlambatan perkembangan lainnya.

Jika hal ini terjadi, intervensi dini adalah yang terbaik. Jika si kecil tidak mencapai tahap kemampuan bicara, buatlah janji bertemu dengan dokter spesialis anak.

Sementara itu, teruslah berbicara, membaca, dan bernyanyi untuk mendorong kemampuan bicara si kecil.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pada Usia Berapa Balita dianggap Speech Delay?

Tanda-tanda speech delay pertama mulai muncul sekitar enam bulan, jadi jika ayah-bunda melihat tanda-tanda tersebut sejak saat itu dan seterusnya, speech delay mungkin terjadi. Meskipun demikian, tidak semua anak berkembang dengan kecepatan yang sama, jadi hanya evaluasi oleh dokter spesialis anak yang dapat memberi tahu ayah-bunda apakah delay yang terjadi masih wajar atau tidak.

Bisakah balita mengalami speech delay dan tidak menjadi autis?

Gangguan Spektrum Autisme dapat menyebabkan masalah bicara, meski tidak selalu. Ini juga bukan satu-satunya kemungkinan penyebabnya. Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya speech delay pada anak kecil.

Pada Usia Berapa Anak yang Terlambat Bicara akan Berbicara?

Biasanya anak yang terlambat bicara dianggap sebagai anak yang tidak mulai menunjukkan tanda-tanda bicara sampai sekitar usia dua tahun atau lebih

Bisakah Balita Pulih dari Speech Delay?

Tergantung pada penyebabnya, pendeteksian dini terhadap speech delay sangat penting agar anak dapat menerima pengobatan dan pulih semaksimal mungkin. Inilah sebabnya mengapa skrining dini dan akses terhadap intervensi dini sangat penting.

Kesimpulan

Speech delay pada balita berarti mereka belum mencapai tahapan kemampuan bicara pada usia tertentu.

Terkadang speech delay disebabkan oleh kondisi mendasar yang memerlukan pengobatan. Dalam kasus ini, terapi wicara atau bahasa dapat digunakan bersamaan dengan terapi lain.

Banyak balita berbicara lebih awal atau lebih lambat dari rata-rata, sehingga hal ini tidak selalu menimbulkan kekhawatiran. Jika ayah-bunda memiliki pertanyaan tentang kemampuan bicara atau bahasa si kecil, temui dokter spesialis anak mereka. Dari sana, ayah-bunda akan dirujuk ke sumber daya yang lebih tepat (misalnya terapis wicara, dll).

Intervensi dini terhadap speech delay dapat membuat si kecil yang speech delay pada usia 3 tahun, dapat tepat waktu untuk mulai bersekolah bersama dengan teman-teman seusianya.

Referensi: https://www.healthline.com/health/speech-delay-3-year-old-2

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.