Gejala Pertama DBD

Demam berdarah atau DBD adalah penyakit yang menular melalui nyamuk yang terjadi di daerah tropis dan subtropis di dunia. Gejala DBD yang umum adalah demam tinggi dan gejala seperti flu.

Sebagai orangtua, ayah-bunda perlu sekali menyadari apa penyakit yang sedang mewabah di sekitar tempat tinggal dan sekolah anak. Bila sedang terjadi wabah DBD dan si kecil sudah demam hari ke-3, lebih baik segera periksa darah di laboratorium untuk secara spesifik mengenali ada tidaknya virus dengue.

Tanda-Tanda DBD

Tanda-tanda DBD muncul dalam 4-10 hari setelah digigit oleh nyamuk.

Demam tinggi pada pasien DBD bisa mencapai 40 derajat Celsius, sehingga menyebabkan munculnya gejala seperti: sakit kepala, nyeri otot-tulang-sendi, mual-muntah, sakit di belakang mata, pembengkakan kelenjar, serta ruam-ruam.

Demam berdarah yang parah terjadi ketika pembuluh darah rusak dan bocor. Sehingga terjadi perdarahan di mana-mana, misalnya gusi, hidung, atau di bawah kulit – yang mungkin terlihat seperti memar.

Perdarahan ini mungkin memperlihatkan adanya darah dalam urine, tinja, atau muntahan – ya, pasien mungkin akan muntah terus-menerus.

Penyembuhan Demam Berdarah

Demam Berdarah adalah penyakit yang tergolong dalam self limiting disease, artinya dengan mempertahankan imunitas pasien, maka pasien bisa sembuh dengan sendirinya.

Salah satu strateginya adalah dengan menaikkan imunitas, di antaranya adalah dengan memastikan asupan cairan – baik zat gizi maupun air. Jadi, jangan sampai terjadi dehidrasi dan kurang asupan gizi.

Tanda-tanda dehidrasi: berkurangnya buang air kecil, sedikit atau tidak ada air mata, mulut atau bibir kering, lesu, atau bingung.

Bila pasien dirawat inap di Rumah Sakit (RS) dan tidak menghabiskan makannya, lebih baik menambahkan asupannya dengan menu kesukaan pasien dari luar RS.

BACA JUGA  Alergi Makanan Minuman pada Anak dan Bagaimana Penanganannya

Jika pasien mengalami demam berdarah yang parah, maka pasien memerlukan:

  • Penggantian cairan dan elektrolit intravena (IV). Dengan perawatan di rumah sakit, oleh tenaga medis.
  • Pemantauan tekanan darah dan temperatur tubuh. Dokter -melalui perawat- akan melakukan pemantauan tekanan darah dan temperatur tubuh secara berkala, dan segera melakukan penanganan saat kondisi memburuk.
  • Transfusi darah, khususnya trombosit. Perawatan ini perlu untuk menggantikan darah yang hilang, jika mengalami kehilangan darah.

Baca juga kategori Kesehatan Anak yang lain dari Awal Cemerlang.

Referensi: https://www.halodoc.com/artikel/kenali-tanda-tanda-demam-berdarah-menjadi-berbahaya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.