Dalam perkembangan anak, adakalanya muncul kebiasaan berperan sebagai korban atau “playing victim.” Hal ini merupakan tantangan bagi orang tua yang ingin membantu anak mengembangkan tanggung jawab. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa tips efektif untuk menghentikan anak dari kebiasaan berperan sebagai korban.

  1. Pahami Akar Permasalahan: Apakah akar permasalahan ini muncul dari ketidakamanan emosional, pengalaman traumatis, atau kebutuhan perhatian yang tidak terpenuhi? Dengan memahami akar permasalahan, orang tua dapat lebih efektif mengambil langkah-langkah yang sesuai.
  2. Tunjukkan Empati pada Si Kecil: Sering kali tujuan anak dalam bertindak playing victim adalah agar mendapat empati dari Ayah-Bunda. Menunjukkan empati setidaknya membuat anak paham bahwa Ayah-Bunda benar-benar peduli pada mereka. Selain itu, ajarkan anak untuk memahami perasaan orang lain. Dengan mengembangkan keterampilan empati, anak dapat lebih memahami bahwa tidak semua situasi dirancang untuk melukainya dan bahwa orang-orang di sekitarnya juga belum tentu berniat menjadikannya korban.
  3. Fokus pada Solusi, Bukan Masalah: Kadang anak takut untuk terbuka pada Ayah Bunda sehingga justru terkesan menutupi, menyalahkan orang lain, dan berperan sebagai korban (playing victim). Ayah Bunda memiliki peran penting untuk membantunya menyelesaikan masalahnya agar tidak sampai berlarut-larut. Bantu anak untuk berpikir secara konstruktif dengan fokus pada solusi daripada terus-menerus membicarakan masalah. Ajarkan mereka untuk mencari solusi dan mengambil langkah-langkah nyata untuk mensolusikan masalah.
  4. Berikan Dukungan dan Contoh Positif: Perhatikan perilaku positif anak dan dukung perilaku tersebut. Dukungan yang positif akan membantu anak merasa dihargai dan lebih termotivasi untuk mengubah pola pikirnya. Selain itu, anak seringkali meniru perilaku orang tua. Oleh karena itu, sebagai orang tua, tunjukkan contoh perilaku positif dalam menghadapi tantangan.
  5. Dorong Kemandirian: Berikan anak tanggung jawab yang sesuai dengan usianya. Kemandirian dapat membantu mereka merasa lebih berdaya dan mengurangi kecenderungan untuk berperan sebagai korban.
  6. Komunikasi Terbuka: Dorong komunikasi terbuka antara orang tua dan anak sehingga anak merasa nyaman untuk berbicara tentang perasaan dan masalah yang mereka hadapi tanpa takut dihakimi. Ini membantu mereka mengembangkan kepercayaan diri dan mengatasi kecenderungan berperan sebagai korban.
  7. Jangan Membawa Asumsi Baru pada Si Kecil. Terkadang ucapan dari Ayah Bunda yang tak tersaring justru menyebabkan asumsi baru pada anak. Hal ini bikin anak jadi mudah menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dibuatnya sendiri.
  8. Bantu Anak Mengenali Kekuatan dan Bakatnya: Bantu anak untuk mengidentifikasi kekuatan dan bakat mereka. Fokus pada potensi positif mereka akan membantu membangun rasa percaya diri dan menggeser fokus dari perasaan sebagai korban menjadi perasaan ikut memiliki dan bertanggung jawab.
  9. Ajarkan Konsep Tanggung Jawab: Jelaskan konsep tanggung jawab kepada anak, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap tindakan mereka. Dorong mereka untuk mengambil alih kendali atas hidup mereka sendiri.
  10. Libatkan Profesional Bila Diperlukan: Jika kebiasaan berperan sebagai korban menjadi masalah yang serius, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari profesional seperti psikolog anak. Mereka dapat memberikan panduan dan dukungan tambahan yang diperlukan.
BACA JUGA  15 Perilaku Buruk Anak Balita yang Harus Diubah

Menghentikan si kecil dari kebiasaan berperan sebagai korban memerlukan kesabaran, pemahaman, dan dukungan yang konsisten dari orang tua. Dengan menerapkan tips di atas, orang tua dapat membantu anak mengembangkan pola pikir yang lebih positif, mandiri, dan tangguh dalam menghadapi kehidupan.

Baca Juga: 4 Rahasia Mengatasi Tantrumnya Si Kecil.

Awal Cemerlang adalah platform yang berfokus pada topik parenting & pengasuhan anak usia 2-7 tahun. Kami berharap bisa membantu para ayah-bunda dalam pengasuhan agar si kecil bisa merasakan masa-masa “awal” yang benar-benar “cemerlang”. Lewat website awalcemerlang.com dan social media, kami berbagi tips, cerita, dan info seru lainnya. Follow social media kami di IG @awalcemerlang dan Tiktok @awalcemerlang Gabung juga di WAG Komunitas Awal Cemerlang 😊

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.