Penyebab Anak Tantrum

Karena anak belum bisa mengomunikasikan kebutuhan dan perasaannya, akibatnya mereka jadi frustrasi. Frustrasi tersebut tersalurkan menjadi tantrum, yaitu salah satu cara anak kecil mengekspresikan dan mengkomunikasikan perasaannya serta mengubah apa yang terjadi di sekitar mereka. Anak bisa menendang, menangis, bahkan sampai berteriak sampai membuat orang sekitar tidak nyaman.

Anak sering tantrum pada usia 1-3 tahun. Di usia-usia tersebut, atau pada usia lainnya, tantrum terjadi karena si kecil belum bisa bertutur kata dengan baik. Tidak hanya itu, pada tahap awal perkembangan sosial, emosional, dan bahasa tersebut, anak belum bisa mengekspresikan dan menyampaikan maksudnya.

Tidak heran, sangat mungkin anak mengalami tantrum di tempat yang tidak familiar baginya, misal tempat umum. Di mana ada barang yang dia inginkan, tetapi dia belum bisa mengkomunikasikannya dengan baik, sehingga berujung pada frustasi.

Anak Tantrum di Tempat Umum

Yang bisa kita lakukan:

  • Hindari reaksi berlebihan. Biarkan anak dengan tantrumnya sendiri. Jika rengekan makin parah, segera keluar dari toko dan cari tempat sepi. Bukan meninggalkannya, justru menemaninya saat sedang tantrum, setelah pulih baru ajak main atau beraktivitas lagi.
  • Hindari menyepelekan perasaan anak. Ungkapan seperti “Gitu saja menangis, sih!” atau “Masa gitu saja marah?” justru membuat anak merasa orangtua tidak menganggapnya. Anak bisa merasa orangtau tidak menghargainya.
  • Peluk anak. Pelukan bisa membuat anak merasa aman dan tahu bahwa orangtuanya peduli. Meski ayah dan bunda tidak setuju dengan sikap si kecil, tetap peluk anak dengan tegas dan erat sambil mengusap punggungnya.
  • Bawa mainan atau makanan kesukaan anak. Ayah dan bunda bisa membawa permen, biskuit, atau mainan. Benda-benda ini terlihat remeh, tetapi bisa jadi bantuan yang ampuh saat darurat. Membuat anak cukup istirahat atau merasa kenyang sebelum meninggalkan rumah juga merupakan strategi yang bagus.
BACA JUGA  15 Perilaku Buruk Anak Balita yang Harus Diubah

Anak Tantrum Tengah Malam

Ada banyak alasan bayi menangis pada malam hari, seperti kelaparan, popok yang basah, terlalu dingin atau panas, hingga stimulasi berlebihan pada siang harinya (misalnya terlalu banyak lihat tontonan di HP atau TV).

Kelaparan bisa diatasi dengan ASI yang cukup, popok yang basah wajib diganti, suhu kamar terlalu panas diperlukan kipas tangan atau kipas angin. Agar tidak kedinginan, bayi tidur menggunakan selimut, kaus tangan, dan kaus kaki.

Baca Juga: Kategori Perilaku Anak dari Awal Cemerlang.

Referensi

Awal Cemerlang adalah platform yang berfokus pada topik parenting & pengasuhan anak usia 2-7 tahun. Kami berharap bisa membantu para ayah-bunda dalam pengasuhan agar si kecil bisa merasakan masa-masa “awal” yang benar-benar “cemerlang”. Lewat website awalcemerlang.com dan social media, kami berbagi tips, cerita, dan info seru lainnya. Follow social media kami di IG @awalcemerlang dan Tiktok @awalcemerlang 😊 Gabung juga di WAG Komunitas Awal Cemerlang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.