nussa rara

Setelah Omar Hana, kami ingin membahas lagi satu serial animasi islami yang cukup populer di 2 negara muslim terbesar di Asia Tenggara: Nussa. Serial animasi Indonesia ini diproduksi oleh studio animasi Little Giantz dan 4Stripe Productions. Awalnya di kanal YouTube, seri ini kemudian ditayangkan di sejumlah jaringan dan stasiun televisi di Indonesia dan Malaysia.

Sebelah Kaki Nussa

Kaki kiri Nussa menggunakan kaki palsu karena sejak lahir Nussa diberkahi hanya dengan sebelah kaki. Ini menjadi representasi karakter anak yang lebih inklusif sekaligus tidak terjebak dalam pakem konvensional tentang suatu karakter utama yang ideal. ”Filosofinya adalah ketidaksempurnaan yang membuat Nussa sempurna”.

Penggambaran karakter ini bagus sekali untuk diceritakan kepada anak-anak bahwasanya meskipun Nussa tidak sempurna, namun hati dan pikirannya tidak risau dengan ketidak-sempurnaan tersebut. Bahkan, Nussa malah menjadi manusia yang bermanfaat terlepas dari kekurangan yang menempel pada anak laki-laki ini.

Pekerjaan Ayah Nussa Rara

Diceritakan bahwa dalam kesehariannya, Ayah Nussa bertempat tinggal dan bekerja jauh dari kedua anaknya. Jadi, tokoh ini menjalani fenomena Long Distance Marriage (LDM). Tidak bisa dibantah bahwa jarak adalah hambatan. Namun di era teknologi digital seperti sekarang, tantangannya adalah bagaimana seorang ayah tetap bisa hadir dalam kehidupan anak-anak dan tetap membersamai dalam peristiwa-peristiwa yang dialami oleh mereka.

Yang patut dicontoh, panggilan video ini rutin dilakukan bersama, baik saat Nussa menghadapi masalah di sekolahnya maupun saat percobaan sainsnya berhasil.

Saat Nussa meraih prestasi, Abba memberikan pujian. Saat Nussa tak percaya diri, Abba memberikan semangat. Saat Nussa sedih dan kecewa, Abba pun menghiburnya.  

BACA JUGA  Omar Hana: Hiburan dan Pendidikan dalam Satu Kemasan

Pentingnya Support System

Adik Umma yang bernama Tante Dewi selalu siap saat kakaknya membutuhkan pertolongan. Pak Ucok, pemilik warung tempat Nussa biasa mencari komponen elektronik dari barang bekas, bahkan menyatakan bahwa dirinya ada untuk Nussa saat ia melihat Nussa bersedih.

Ini belum termasuk lingkungan sekolah yang baik, dengan teman dan sahabat, guru, bahkan penjaga sekolah yang membuat Nussa bisa menjalani hari-harinya dengan semangat.

Dari film ini, kita bisa belajar bahwa hidup berjauhan dengan anak tak berarti kehilangan peran sebagai ayah. Tetap ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk tetap “ada” terlepas dari segala keterbatasannya.

Nilai-Nilai Moral dari Tayangan Nussa

Nilai-nilai moral yang muncul dalam serial maupun film layar lebar Nussa adalah ketulusan hati atau kejujuran, kepedulian dan kerjasama. Nussa dan Rara saling peduli satu sama lain. Mereka juga kakak beradik yang mau bekerja sama satu dengan lainnya.

Baca juga: Konten Edukasi dari Awal Cemerlang.

Pranala lain: https://skata.info/article/detail/1117/film-nussa-potret-perjuangan-ayah-dalam-pernikahan-jarak-jauh

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.