Rumah tangga dan hubungan suami istri bisa dipotret menjadi beberapa tingkatan. Dalam setiap tingkatan tersebut ada ciri-ciri nya masing-masing.

Ayah-bunda, berikut ini adalah ciri-ciri dari hubungan tertinggi antara suami dan istri.

Sudah tidak kepo dengan HP suami

Kepo = knowing every particular object, alias mau tau banget. Hal ini bisa terjadi dikarenakan salah sebabnya adalah suami yang amanah dalam menjaga kepercayaan istri. Meskipun demikian, wujud kepercayaan ini tidak serta merta dicirikan oleh itu saja.

Bisa jadi pula diindikasikan oleh berbagi password sehingga bila satu sama lain ingin mengetahui isi pesan whatsapp, tidak masalah karena memang tidak ada yang disembunyikan.

Supaya ada bayangan, berikut ini hal-hal buruk yang mungkin disembunyikan oleh suami:

  • Perselingkuhan
  • Rezeki yang tidak halal
  • dll

Dikasih Nafkah Sedikit atau Banyak Diterima dengan Ikhlas

Hal ini benar, dengan catatan bahwa nafkah diperoleh oleh suami dari jalan/ikhtiar yang halal. Namun demikian jumlah tersebut tentunya harus diikuti dengan penyesuaian ekspektasi/harapan oleh suami tentang apa yang disediakan oleh istri.

Beberapa waktu lalu, viral di media sosial mengenai seorang suami yang memberikan nafkah Rp50ribu untuk makan siang keluarga selama sepekan. Dan suami tersebut komplain mengapa hanya makan tempe goreng setiap hari.

Tentu kita paham bahwa tidak banyak yang bisa dibelanjakan di pasar tradisional hari-hari ini hanya dengan uang sejumlah tersebut. Apalagi jika sampai menuntut protein hewani (ikan, ayan, daging, dll) yang harganya jelas sudah tinggi.

BACA JUGA  Yang Bisa Dilakukan Istri Ketika Suami Tidak Memberi Nafkah

Yang tim Awal Cemerlang maksud dengan “kembali ke harapan suami” artinya, bila memberi nafkah yang sedikit maka jangan menuntut banyak. Demikian pula bila memberi cukup nafkah maka jangan meminta balasan yang berada di luar batas kemampuan istri atau bahkan berlebihan/menyia-nyiakan.

Di sinilah pentingnya suami mencari nafkah yang halal dan memberikan penjelasan kepada istri agar tidak lupa mensyukuri rezeki yang ada. Baik dalam jumlah sedikit maupun banyak. Di sisi lain, suami juga perlu menyesuaikan apa yang dia harapkan, dengan besaran nafkah yang dia berikan.

Tidak Chatting Setiap Waktu, Tidak Apa-Apa

Tidak di-chat setiap waktu bukan berarti tidak berjalannya komunikasi. Justru sudah terjadi komunikasi yang jelas (clear) tanpa kesalah-pahaman ketika bertemu di rumah. Baik sebelum berangkat kerja maupun setelah pulang bekerja.

Bila memang pola komunikasinya sudah sedemikian enak dan nyaman, dapat disimpulkan bahwa pasangan tersebut sudah saling memahami satu sama lain dan saling menjaga amanah satu dengan lainnya.

Bunda sebagai Madrasah Anak, Menyampaikan Report Kepada Ayah sang “Kepala Sekolah”

Ayah-bunda tentu pernah mendengar ungkapan dari Hafizh Ibrahim bahwa,

Ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi anak

Hafizh Ibrahim

Dalam pada itu, ibu tentunya berkomunikasi secara intens kepada ayah mengenai perkembangan si anak. Karena ibu sebagai pengajar, dengan ayah sebagai kepala sekolah yang merancang kurikulum serta memonitor dan mengawasi pelaksanaan pendidikan tersebut.

Jadi apabila ada progress positif maupun hambatan yang bernuansa negatif, ayah akan terima laporan dari ibu. Ayah juga harus responsif dalam memberikan feedback kepada ibu dan anak-anak. Intinya adalah ayah ikut terlibat dan bahkan paling bertanggung-jawab dalam pertumbuhan dan perkembangan karakter si anak.

BACA JUGA  Sunnah Rasulullah: 6 Tips Romantis Pasangan Suami Istri

Keluarga dan Rumah Tangga yang Harmonis

Keluarga dikatakan harmonis bila antara anggota keluarga hidup penuh cinta dan saling mendukung. Sebaliknya, keluarga yang tidak harmonis adalah keluarga yang penuh dengan konflik, tidak ada komunikasi, penuh dengan pertengkaran, atau bahkan sampai terjadi kekerasan -verbal atau fisik- dalam rumah yang dapat menyebabkan ketidaktentraman dalam keluarga.

Keharmonisan dalam keluarga dapat tercapai manakala para anggota keluarga berkomunikasi dengan baik, saling jujur, sehingga saling mempercayai satu sama lain.

Itulah ciri-ciri dari level tertinggi istri dalam berumah tangga. Tentunya apresiasi dan penghormatan tidak hanya kita berikan kepada sang istri dan bunda, tetapi juga suami dan ayah yang sudah menjadi partner yang baik dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.