tangan suami dan tangan istri saling berpegangan

Pernikahan adalah pertemuan dua individu dengan latar belakang, karakter, dan budaya yang berbeda. Maka tidak heran jika di tengah perjalanan mengarungi biduk rumah tangga, terjadi perselisihan antara suami dan istri karena sejatinya mereka memang ‘berbeda’. Tujuan pernikahan bukanlah untuk mengubah salah satu menjadi sama seperti yang satunya. Akan tetapi, masing-masing dituntut untuk bisa saling memahami dan menerima perbedaan yang ada diantara keduanya sehingga kebahagiaan dan ketenteraman bisa terwujud.

Kali ini mari membahas nasihat pernikahan dari Rasulullah shallahu alaihi wassalam ketika putrinya (Fatimah) menikah dengan keponakannya (Ali bin Abi Thalib). Satu lagi bahasan kita adalah beberapa nasihat pernikahan yang menyentuh hati. Supaya bisa digunakan oleh bapak-bapak yang menikahkan anak perempuannya – nasihat tersebut pun bermanfaat untuk si mempelai pria.

Nasihat Pernikahan dari Rasulullah kepada Putrinya Fatimah dan Keponakannya Ali bin Abi Thalib

Ada tiga poin utama dari nasihat pernikahan tersebut, yaitu: pernikahan adalah kuasa Allah subhanahu wa ta’ala, bahwa pernikahan adalah sarana memperoleh keturunan yang baik, serta pernikahan sebagai sarana mempererat kekerabatan; tidak hanya suami-istri yang menikah tetapi juga adanya saudara ipar yang baru serta besan yang baru.

Pernikahan adalah kuasa Allah

Semua yang ada di alam semesta ini tidak terlepas dari kuasa Allah subhanahu wa ta’ala, termasuk pernikahan.

BACA JUGA  Harapan-Harapan Istri Terhadap Suami

الذي خلق الخلق بقدرته، ونيرهم بأحكامه
“Dialah yang yang menciptakan makhluk dengan kekuasaan-Nya. Dialah yang menerangi jalan hambanya dengan ketetapan-Nya,” kata Rasulullah shallahu alaihi wassalam dalam khutbah pernikahan Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah.

Di dalam Al Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan diantara tanda-tanda (kebesaranNya) adalah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cendrung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih sayang dan sayang” (QS. Ar-Ruum: 21).

Sarana Memperoleh Keturunan

Dalam suatu hadits, Rasulullah shallahu alaihi wassalam menyeru kepada umatnya untuk menikah dengan perempuan yang subur, agar dapat mempunyai keturunan.

Tapi yang terpenting bukan hanya memperoleh keturunan atau anak yang banyak, tetapi juga bisa mendidik dan berusaha membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berilmu.

إن عز وجل جعل المصاهرة نسبا
“Engkaulah yang Maha Tinggi dan Maha Mulia telah menjadikan perkawinan sebagai sarana memperoleh keturunan,” sambung Rasulullah SAW dalam khutbah pernikahan Fatimah.

Mempererat Tali Kekerabatan

Salah satu rukun nikah dalam Islam yakni adanya wali, khususnya bagi mempelai wanita, yaitu yang merepresentasikan sekaligus bertanggung jawab atas si perempuan sebelum menikah. Sehingga, pernikahan dalam Islam tidak hanya melibatkan dua individu (mempelai laki-laki dan perempuan), tetapi juga keluarga besar kedua belah pihak. Umumnya, setelah sah menikah, dua keluarga besar akan memiliki ikatan yang kuat.

Nasihat Pernikahan yang Menyentuh Hati

Berikut ini adalah pesan-pesan pernikahan yang telah dirasakan kebenarannya oleh banyak orang serta bisa dipilih satu atau beberapa di antaranya untuk disampaikan sebagai nasihat pernikahan yang menyentuh hati untuk keluarga atau kolega yang menikah:

Berani Mengalah

  • Mengalah untuk lebih dulu meminta maaf bisa menjadi jurus jitu untuk meredakan ‘badai’ dalam rumah tangga. Dari situlah, saat kepala sudah lebih dingin, permasalahan akan lebih mudah untuk dibicarakan dan diatasi kemudian.
  • Dari berani mengalah diharapkan akan timbul rasa saling menghargai. Misal, suami mengalah demi mementingkan bahtera rumah tangga. Selanjutnya diharapkan muncul kepekaan dari istri untuk membalas suami dengan rasa menghargai.
  • Mengalah adalah salah satu kunci yang membuat pernikahan menjadi semakin bermakna.
  • Suami yang mengalah berarti lebih mementingkan “kapal” rumah tangga yang ia komando selamat sampai tujuan, daripada sekedar mementingkan egonya sendiri. Suami harus mau mengalah dan bersikap fleksibel untuk hal-hal yang sifatnya bukan menyangkut prinsip hidup.
  • Istri yang mengalah berarti memilih taat kepada suaminya, sehingga si istri bisa ‘memilih masuk surga dari pintu yang mana saja’. Apalagi jika si istri meyakini bahwa suaminya tentu saja telah mempertimbangkan banyak hal demi kepentingan mereka bersama selaku keluarga / rumah tangga.
BACA JUGA  Kewajiban Suami Kepada Istri - Semoga Dimudahkan dalam Menjalankannya

Mencari Ridha Allah subhanahu wa ta’ala

Segala perbuatan dalam pernikahan harus ditujukan untuk mencari ridha Allah subhanahu wa ta’ala. Ridha Allah yang dicari akan memberikan keberkahan dan kebaikan dalam pernikahan. Ridha Allah yang dicari juga akan memberikan perlindungan dan pertolongan dalam pernikahan. Ridha Allah yang dicari akan membuat pernikahan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Komunikasi adalah Kunci

Komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam setiap hubungan, termasuk pernikahan. Selalu berbicara terbuka dan jujur satu sama lain. Dengarkan pasangan dengan penuh perhatian dan usahakan untuk memahami perasaan dan pandangan mereka.

Menikah untuk Beribadah

Pernikahan adalah ibadah terpanjang, karena seumur hidup, sehingga jangan lupa agar selalu bersyukur atas nikmat berupa jodoh yang telah diberikan Tuhan. Rasa syukur dan senantiasa beribadah kepada Tuhan dapat memperkuat ikatan pernikahan.

Taat Kepada Suami adalah Salah Satu Cara Masuk ke Dalam Surga dari Pintu yang Mana Saja

Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad, 1:191 dan Ibnu Hibban, 9:471. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih. Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 1932 bahwa hadits ini hasan lighairihi).

Contoh Nasihat Pernikahan yang Menyentuh Hati

  • Wahai putriku, ketahuilah bahwa kebahagiaanmu sangat berhubungan dengan kebahagiaan suamimu. Karena itu, hendaklah kamu waspada terhadap konflik pertama yang sangat mungkin terjadi dengan suamimu. Dan konflik tersebut sangat berpotensi untuk berlanjut hingga tiada pernah berakhir.
  • Patuhilah suamimu semampumu. Hindarilah pembicaraan-pembicaraan yang mengolok-olok dan mengejek, serta perbincangan-perbincangan yang tidak layak didengarkan.
  • Hendaklah kamu takut dan menghindarkan diri dari kecemburuan karena cemburu merupakan pintu gerbang menuju perceraian.
  • Hendaklah kamu takut dan menghindarkan dari banyak mencela karena celaan itu berpotensi melahirkan kemarahan.
  • Banyak hal kecil yang lebih baik daripada beberapa hal besar. Hal kecil yang manis seperti perhatian kecil yang sering dilakukan lebih baik daripada kado besar di hari anniversary.
  • Belajarlah untuk mencintai ketidaksempurnaan pasangan. Para pengantin dapat memilih untuk terus berusaha mencapai kesempurnaan yang tidak akan pernah tercapai, atau menerima bahwa setiap orang memiliki keunikannya masing-masing.
  • Memaafkan kesalahan. Ini adalah yang paling sulit, tetapi menjadi hal yang paling penting. Menurunkan ego dan saling memahami membutuhkan waktu untuk tumbuh, tapi pasangan suami istri memilki banyak waktu untuk berproses bersama.
  • Kemandirian dan rasa hormat. Penting bagi pasangan untuk saling menghormati dan saling memberi ruang untuk tumbuh dan berkembang sebagai individu. Tentu saja sangat menyenangkan untuk melakukan hal-hal bersama juga. Itu pun akan membuat waktu menjadi lebih manis ketika pasangan memiliki waktu untuk menjadi dirinya sendiri.
  • “Pernikahan bukanlah kata benda; itu kata kerja. Itu bukan sesuatu yang Anda dapatkan. Ini adalah sesuatu yang Anda lakukan. Begitulah cara Anda mencintai pasangan Anda setiap hari.” – Barbara De Angelis
  • “Bukan kurangnya cinta, tetapi kurangnya persahabatan yang membuat pernikahan tidak bahagia.” – Friedrich Nietzsche
BACA JUGA  Masalah Keluarga yang Sering Terjadi dan Bagaimana Ayah-Bunda Bisa Mencegahnya

Sumber :

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.