balita meminta koneksi dengan orang tuanya

Terkoneksi adalah kebutuhan semua orang di berbagai level usia, tidak terkecuali balita kita.

Baca Juga: Cara Mengenali Emosi dan Mendidik Disiplin pada Balita.

Tatkala si kecil butuh untuk terkoneksi, dia akan mengekspresikan emosinya dalam bentuk-bentuk sebagai berikut:

  • Dikit-dikit bilang, “Lihat aku!”
  • Manja minta dipeluk dan digendong terus
  • Banyak bertanya
  • Melempar/merusak barang
  • Minta ditemani main terus
  • Nangis & rewel melulu
  • Lebih cerewet dari biasanya
  • Berlagak kesusahan biar dibantu
  • Mengantuk dan minta ditemani tidur

Demikianlah yang terjadi tatkala si kecil belum mampu mengkomunikasikan keinginannya melalui kata, ia mungkin akan berteriak atau lebih rewel daripada biasanya.

Apabila si kecil frustasi karena pesannya tidak dimengerti, mungkin saja orang tuanya menjadi terbawa emosi. Jika ini terjadi, maka masalah pertama yang harus diatasi oleh Parents adalah menguasai diri sendiri terlebih dulu. Baru kemudian menyediakan “koneksi” yang dibutuhkan oleh si kecil.

Hikmah untuk Parents

Anak yang hebat dibersamai oleh orang tua yang terlibat. Bukan yang hadir secara fisik tapi malah asik dengan gadget. Melainkan yang benar-benar meluangkan waktu untuk temani anak dan memberi pelukan yang menenangkan.

Yuk parents, ayo kita lebih peka terhadap “sinyal-sinyal” anak yang sedang meminta “koneksi” lebih dekat.

Awal Cemerlang adalah platform yang berfokus pada topik parenting & pengasuhan anak usia 2-7 tahun. Kami berharap bisa membantu para ayah-bunda dalam pengasuhan agar si kecil bisa merasakan masa-masa “awal” yang benar-benar “cemerlang”. Lewat website awalcemerlang.com dan social media, kami berbagi tips, cerita, dan info seru lainnya. Follow social media kami di IG @awalcemerlang dan Tiktok @awalcemerlang 😊 Gabung juga di WAG Komunitas Awal Cemerlang.

BACA JUGA  Membangun Demokrasi Sejak Dini Melalui Pendidikan dalam Keluarga

12 COMMENTS

  1. ini betul banget, bahkan usia toodler apalagi anak masih sering caper (cari perhatian). Yang sebenarnya dia bisa ngelakuin itu, tapi seringnya melibatkan emaknye buat melakukannya. Lah, malah curhat 😀

  2. Sentuhan-sentuhan perhatian saya percaya akan membawa anak-anak lebih dekat dengan orang tua. Bahkan kegiatan kecil seperti pelukan pun bisa menenangkan hati mereka dan menjadi sarana perhatian yang begitu berharga dari orang tua kepada anak.

    • Iya bener banget, anak-anak memang ingin disayang oleh orang tuanya. Maka sebagai orang tua penting juga untuk memberikan perhatian lebih. Ada waktu untuk membahagiakan anak-anak.

  3. Wow keren banget. Ternyata itu adalah ciri-ciri anak-anak kita yang pingin banget dekat sama kita. Terlihat rewel padahal cuma pengen deket ya. Informatif sekali.

  4. Ohh maksud koneksi itu perhatian ya hehehe.. iya ya anak kecil tuh kadang kalau kemauan ga dituruti suka ambekan gitu ,..jadi hrs diberi pengertian sejak dini

  5. Minta di temani tidur, ini yang paling sering dilakukan anak saya. Nyatanya di tempat tidur malah dia cerita dan ngajak ngobrol, sampai saya yang terkantuk-kantuk.

  6. Masukan nih buat calon orangtua.
    Berarti kudu peka ya, melihat karakter dan tingkah lakunya itu, karena mereka pada dasarnya membutuhkan perhatian orangtuanya

  7. Aku lagi ngalamin semua hal diatas. Maklum si kecil emang baru 2 tahun, jadi minta koneksi ke saya emang dengan rengekan yang memang harus kita wujudkan agar bonding ma mereka bisa lebih lekat.

  8. Plaing seneng sama wangi bayiii..
    Dan memang kalau anak-anak usia balita tuh kaya kemandiriannya masih belum konsisten. Tugas orangtua memberikan pemahaman dengan komunikasi produktif.
    Semoga terbentuk bonding yang kuat antara anak dan orangtua sehingga anak-anak menjadi anak berkarakter tangguh.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.