pengasuhan positif

Makna Pengasuhan Positif

Pengasuhan positif (positive parenting) di sini adalah pengasuhan yang dilakukan berdasarkan kasih sayang, saling menghargai, pemenuhan dan pelindungan hak anak, terbangunnya hubungan yang hangat, bersahabat dan ramah. Seluruhnya di antara anak dan orang tua, serta menstimulasi tumbuh kembang anak, agar optimal.

Pengasuhan anak menekankan pada sikap positif dan menerapkan disiplin dengan kasih sayang. Prinsip dasarnya adalah menghargai anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Yang harus diingat dari pengasuhan positif ini adalah orang tua adalah orang dewasa yang tetap harus belajar mengenai pengasuhan, lebih khususnya adalah belajar mengenai karakter dan tumbuh-kembangnya anak-anak sendiri.

Pentingnya Pengasuhan Positif untuk Anak Usia Dini

Mengapa pengasuhan positif penting untuk anak-anak usia dini? Karena:

Meningkatkan Kualitas Interaksi Anak dengan Orang Tua

Dengan orang tua yang lebih dahulu menerapkan pengasuhan positif, maka selanjutnya anak dan orang tua bisa saling berkomunikasi dengan efektif, membangun kerja sama yang baik, saling mendukung dan menghargai satu sama lain.

Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Dengan pengasuhan yang positif, anak mendapatkan kesempatan yang memadai untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, yaitu percaya diri, mandiri, disiplin, bertumbuh sesuai dengan usianya, tanpa adanya tekanan, bebas dari intimidasi, serta rasa takut.

Mencegah Perilaku-Perilaku Menyimpang

Pengasuhan positif memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan karakter mulia dengan bimbingan dari orang tua, sehingga menghindarkan anak dari berbagi perilaku menyimpang, baik saat ini maupun di masa depan.

BACA JUGA  Deretan Hadiah Tahun Baru untuk Anak Prasekolah yang Bikin Mereka Terpana

Mendeteksi Kelainan pada Tumbuh Kembang Anak

Pengasuhan positif memungkinkan untuk tumbuhnya kepekaan pada orang tua terhadap setiap tahap pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga apabila terjadi penyimpangan atau gangguan, dapat dideteksi oleh orang tua sedini mungkin, sehingga dapat diintervensi sedini mungkin.

Yang Orang Tua Perlu Pahami:

Tahap Perkembangan Anak

Masa anak usia dini merupakan masa perkembangan yang sangat pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Anak memiliki dunia dan karakteristik tersendiri yang jauh berbeda dari dunia dan karakteristik orang dewasa. Anak sangat aktif, dinamis, antusias dan hampir selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengarnya. Orang tua perlu memahami setiap fase perkembangan anak agar dapat memberikan stimulasi fisik dan psikis yang sesuai dengan tahapan usia si anak.

Komunikasi Efektif

Komunikasi merupakan sebuah media untuk menyampaikan pesan. Komunikasi harus dikuasai oleh orang tua dan guru dalam melakukan pengasuhan positif pada anak. Melalui komunikasi verbal dan nonverbal orang tua dan guru dapat mengetahui maksud yang akan disampaikan oleh anak. Komunikasi berlangsung efektif ketika orang tua atau guru memberikan arahan kepada
anak, dan anak menyampaikan gagasannya dalam suasana yang nyaman dan saling memahami.

Disiplin Positif

Disiplin positif merupakan suatu cara penerapan disiplin tanpa kekerasan, ancaman, dan hukuman, yang dalam praktiknya melibatkan komunikasi tentang perilaku yang efektif antara orang tua dan anak.

Dalam penerapan disiplin positif, anak diajarkan untuk memahami konsekuensi dari perilaku mereka. Selain itu, disiplin positif juga mengajarkan anak rasa tanggung jawab serta rasa hormat dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Disiplin positif membuat anak mengerti bahwa ketika ia merapikan kamar tidurnya, ia akan merasa nyaman, bukan karena akan dihukum oleh mama jika tidak melakukannya atau karena ingin mendapatkan pujian atau hadiah.

BACA JUGA  Petualangan Belajar Si Kecil: Ikut Mengerjakan Tugas-Tugas Rumah

Penutup: Set Ekspektasi

Dalam praktiknya, pengasuhan yang diterapkan pada satu anak tidak selalu berhasil untuk anak yang lain. Mengapa? Karena pada prinsipnya, semua anak adalah unik, berbeda satu sama lain. Perbedaan dapat disebabkan oleh usia, jenis kelamin, pola pengasuhan,
latar belakang keluarga, kondisi lingkungan, termasuk sosial budaya yang ada di masyarakat, temperamen, atau gaya belajar, ataupun berbagai perbedaan lainnya, sejak anak berada dalam kandungan, proses persalinan, hingga pasca persalinan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.