Perubahan perilaku pada anak dapat melibatkan usaha dan kesabaran, sementara pendekatan yang positif dan dukungan secara konsisten dapat membantu membentuk perilaku yang lebih baik. Berikut adalah 9 perilaku buruk anak balita yang perlu diubah, beserta beberapa solusi untuk memandu perubahan tersebut:

  1. Menolak Berbagi:
    • Solusi: Ajarkan anak tentang pentingnya berbagi, lakukan kegiatan berbagi bersama-sama kepada sesama, dan tunjukkan bagaimana apa yang kita bagikan dapat berdampak pada penerima.
  2. Sulit Mengendalikan Emosi (salah satunya tantrum)
    • Solusi: Ajarkan anak mengenali dan mengelola emosinya, dorong untuk berbicara tentang perasaannya, dan tunjukkan strategi penenangan diri. Contoh emosi negatif: cemas, marah, merasa bersalah, dan sedih. Contoh emosi positif: bahagia ketika mendapat hal yang diinginkan, lega ketika terhindar dari bahaya, bersyukur kepada Tuhan dengan kondisi yang dimiliki.
  3. Menunda-nunda Pekerjaan atau Tugas:
    • Solusi: Bentuk rutinitas yang jelas, berikan penghargaan untuk menyelesaikan tugas, dan ajarkan konsep tanggung jawab. Misalnya: menyimpan kembali mainan di lemari atau kotak mainan, duduk tenang ketika makan dan tidak jalan ke mana-mana.
  4. Sering Memerlukan Pengingat:
    • Solusi: Bantu anak membuat daftar tugas, gunakan pengingat visual, dan berikan konsekuensi positif ketika mereka berhasil mengingat dengan sendirinya.
  5. Tidak Mematuhi Peraturan:
    • Solusi: Tetapkan aturan yang jelas, diskusikan konsekuensi dari melanggar peraturan, dan terapkan konsekuensi secara konsisten. Pada anak usia dini, kebanyakan peraturan masih disampaikan dan ditegakkan secara lisan. Karena anak balita biasanya belum bisa membaca, maka belum waktunya menuliskan dan menempelkan peraturan.
  6. Menunjukkan Agresi:
    • Solusi: Ajarkan anak cara mengekspresikan kemarahan secara positif, berikan contoh alternatif ekspresi yang lebih baik, dan berikan pujian saat mereka mengendalikan emosi dengan baik.
  7. Sulit Menerima Kritik:
    • Solusi: Berbicara tentang kepentingan pertumbuhan dan pembelajaran, tunjukkan kepada si kecil cara-cara menerima kritik dengan positif, dan apresiasi usaha mereka.
  8. Tidak Diam di Kursi Ketika Makan:
    • Solusi: Libatkan anak dalam persiapan makanan, ajak si kecil memilih makanan yang sehat, dan jadikan waktu makan sebagai momen bersama keluarga.
  9. Ketergantungan pada Gadget:
    • Solusi: Batasi waktu layar, ajarkan pentingnya kegiatan fisik dan sosialisasi, serta berikan alternatif hiburan yang menggunakan kemampuan motorik atau kemampuan berbahasa.
  10. Suka Marah-Marah
    • Sebab: Kebiasaan gampang marah si kecil bisa disebabkan oleh kondisi tantrum, di mana dia belum paham bagaimana menyatakan keinginannya dengan baik dan benar.
    • Solusi: Untuk menghadapi di kecil yang suka marah-marah, ayah-bunda perlu kesabaran ekstra, jangan membalasnya dengan amarah. Ajak ia berbicara dari hati ke hati dan tanyakan apa yang dia mau. Teguran yang tidak disertai emosi umumnya dapat memberi respons positif bagi si kecil.
  11. Memotong Pembicaraan
    • Situasi: Misalnya saat ayah-bunda sedang mengobrol, si kecil sering tak berhenti menyela hingga dia didengarkan. Jika dibiarkan, dia bisa tumbuh menjadi pribadi yang suka menyela pembicaraan orang lain.
    • Solusi: Jika terjadi berulang kali, ayah-bunda mulai dapat bersikap tegas. Katakan bahwa dia harus bersabar menunggu pembicaraan orang lain selesai sebelum berbicara. Ayah-bunda juga bisa bersikap sedikit cuek saat dia mengulangi menyela pembicaraan setelah diingatkan.
  12. Pura-Pura Tidak Mendengar
    • Situasi: Misal ketika diminta mengerjakan sesuatu, si kecil berpura-pura tak mendengar dan tetap menonton maupun bermain game di HP. Akibatnya, ayah-bunda harus mengatakan hal yang sama berulang-ulang.
    • Solusi: Mulailah mengambil perhatiannya ketika berbicara. Ayah-bunda bisa memanggil namanya, menyentuh pundaknya, saling bertatap muka, bahkan bila perlu merebut HP yang dipakai agar dia mendengarkan. Perlu diingat, lakukan dengan nada tegass, tetapi bukan memarahi sambil berteriak.
  13. Mengambil Milik Orang Lain Tanpa Izin
    • Situasi: Jika si kecil sering mengganti channel TV tanpa izin, padahal ada orang lain yang sedang menonton, atau dia suka mengambil mainan teman bermainnya tanpa izin, maka perlu segera dikoreksi. Jika tidak, maka si kecil bisa jadi punya kebiasaan melakukan hal semaunya di masa datang.
    • Solusi: Jelaskan bahwa ia tak bisa melakukan sesuatu tanpa meminta izin, karena bisa membuat orang lain sedih atau marah. Ajarkan empati dengan meminta si kecil membayangkan jika ia berada di posisi orang lain, ia pasti tidak suka saat ada orang lain merebut barang miliknya.
  14. Suka berbohong
    • Situasi: Jika si kecil pintar berbohong sejak kecil, ada risiko dia menjadi pathological liar saat sudah dewasa. Ada anak yang berbohong karena dia ingin terlihat keren, menghindari tanggung jawab, sampai menghindari masalah.
    • Solusi: Saat si kecil berbohong, hindari menegurnya di depan banyak orang. Nanti dia merasa dipermalukan. Ajak si kecil pulang dan bicara berdua. Cari tahu apa alasannya berbohong dan berikan pengertian bahwa berbohong adalah perbuatan buruk. Jangan lupa tanamkan nilai-nilai kejujuran.
  15. Bersikap Tidak Sopan
    • Situasi: Ayah-bunda pasti gemas ketika si kecil bersikap tidak sopan terhadap orang yang lebih tua. Terlebih jika dia melakukannya dengan gestur tidak menyenangkan, seperti menutup kuping atau memeragakan gerak bibir orang lain, dll.
    • Solusi: Tunjukkan kepada si kecil bahwa perilakunya tidak baik. Lakukan dengan cara lembut dan tidak berkesan menyalahkan. Beri pengertian bahwa dia pasti akan merasa sedih jika diejek atau tidak dihargai seperti itu. Jika si kecil terlihat merenungi hal ini, artinya si kecil mulai memahami mana hal yang baik dan buruk.
BACA JUGA  Rahasia Terbaru! Mengatasi Kebiasaan Playing Victim oleh Si Kecil dengan 10 Tips Ampuh Ini!

Ingat, setiap anak unik, dan perubahan perilaku memerlukan waktu dan konsistensi. Dukungan positif, komunikasi terbuka, dan keteladanan orang tua dapat membantu membentuk perilaku yang lebih positif pada anak.

Awal Cemerlang adalah platform yang berfokus pada topik parenting & pengasuhan anak usia 2-7 tahun. Kami berharap bisa membantu para ayah-bunda dalam pengasuhan agar si kecil bisa merasakan masa-masa “awal” yang benar-benar “cemerlang”. Lewat website awalcemerlang.com dan social media, kami berbagi tips, cerita, dan info seru lainnya. Follow social media kami di IG @awalcemerlang dan Tiktok @awalcemerlang 😊 Gabung juga di WAG Komunitas Awal Cemerlang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.