Setelah menghabiskan waktu bersama dengan keluarga besar selama libur lebaran di kampung halaman, kini tiba waktunya bagi kita untuk kembali menjalankan aktivitas keseharian di daerah masing-masing.

Stres akibat macet akan membuat sebagian orang yang tidak berada dalam kondisi yang fit untuk melaksanakan arus balik, akan mudah terserang penyakit. Sehingga dengan demikian, melakukan persiapan baik kesehatan fisik, kendaraan maupun bekal makanan menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

Tentukan Tanggal Balik ke Perantauan

Titik awalnya adalah penentuan tanggal kembali ke tanah rantau dari kampung halaman. Ayah-bunda perlu mengecek apakah tanggal tersebut sesuai dengan prediksi puncak arus balik yang dirilis oleh kepolisian maupun media massa. Jika beririsan dengan tanggal-tanggal puncak arus balik, maka persiapan kembali ke tanah rantau perlu lebih matang.

Jika menggunakan transportasi umum, ayah-bunda dapat menyesuaikan dengan tiket yang telah dipesan. Berikan pemahaman kepada anak-anak untuk selalu berhati-hati karena situasi arus balik akan padat oleh manusia. Khususnya di titik-titik seperti pelabuhan, bandara, stasiun, terminal bus, rest area, dan lain-lain.

Sedangkan, bagi ayah-bunda yang menggunakan transportasi pribadi untuk menghindari kemacetan, ayah-bunda dapat memantau informasi arus balik mudik melalui televisi, radio hingga akun-akun social media tertentu yang bisa diandalkan. Informasi yang tidak kalah penting untuk disimak adalah adakah terjadinya kecelakaan yang menyebabkan melambatnya arus lalu lintas di jalur-jalur yang ayah-bunda lalui.

Persiapkan Fisik dan Mental

Persiapkan fisik dengan di antaranya adalah mencukup kebutuhan air dalam tubuh. Ingat, minum 8 gelas per hari.

Selain itu, istirahat yang cukup dengan melakukan peregangan setelah berkendara untuk durasi tertentu. Bila dengan mobil, bisa per 4 jam berkendara. Karena menyetir mobil biasanya lebih nyaman daripada mengendarai sepeda motor, maka jika arus balik dengan roda dua, perlu frekuensi beristirahat yang lebih tinggi, misalnya setiap 2 jam berkendara.

BACA JUGA  Tradisi-Tradisi Menyambut Ramadhan di Indonesia

Karena sudah tidak menjalani puasa, maka konsumsi makan berat dan ringan bisa dilakukan kapan saja. Namun, tubuh memerlukan asupan tambahan berupa multivitamin.

Semua itu agar tubuh tidak stress akibat dinginnya AC, atau masuk angin karena terpapar angin selama naik motor, duduk di kursi mobil selama berjam-jam, dan sebab-sebab lainnya.

Periksa Kendaraan Pribadi

Hal selanjutnya yang perlu ayah-bunda persiapkan adalah mengecek kembali kendaraan pribadi yang akan digunakan. Kondisi kendaraan seperti mobil yang bisa Anda periksa sendiri di antaranya mesin, kadar oli rem cukup, kadar oli cukup, lampu depan dan lampu sein/reting berfungsi dengan baik, AC menyala cukup dingin, hingga ban yang tidak boleh gundul. Hal ini penting Anda lakukan agar perjalanan balik mudik-mu dapat berjalan dengan lancar dan efisien.

Di perjalanan, mobil pun perlu beristirahat. Setiap 200 km, berhentilah setidaknya 10-15 menit agar panasnya mesin tidak sampai membakar kendaraan.

Bawa Barang Secukupnya

Saat balik mudik dari kampung halaman biasanya banyak orang yang membawa lebih banyak barang, seperti membawa oleh-oleh. Selain demi keamanan dan kenyamanan, membawa barang yang cukup berat bisa berdampak pada bahan bakar kendaraanmu menjadi lebih boros, lho!

Gunakan jasa kirim paket agar tidak membebani kendaraan Anda. Gunakan jasa ini sebelum melaksanakan arus balik. Atau bisa menitip anggota keluarga di kampung halaman untuk mengirimkan segera setelah Anda tiba di tanah rantau.

Perbekalan yang cukup, selain makanan dan minuman, adalah baterai gadget, saldo e-toll dan BBM terisi penuh. Isi kembali di SPBU, manakala kendaraan pribadi anda menunjukkan tangki hanya terisi setengah penuh.

Beristirahat

Potensi/risiko kecelakaan akan meningkat manakala pengendara dalam keadaan lelah dan arus balik dilaksanakan di malam hari. Banyak pengendara kita yang merasa “tanggung” ketika harus berhenti di malam hari; sementara esok hari sudah masuk kerja di institusi masing-masing.

BACA JUGA  Do's and Don'ts Ketika Halal Bihalal

Demikian pentingnya beristirahat sehingga harus direncanakan dengan baik pula. Karena di rest area di jalan tol, tidak diperkenankan untuk berhenti lebih dari 30 menit. Kebijakan tersebut agar para pemudik bisa berbagi rest area dengan pemudik lainnya.

Demikian pentingnya pengendara harus menghentikan kendaraan dan beristirahat/tidur secukupnya.

Itulah tips persiapan arus balik mudik dari kampung halaman yang bisa Kamu lakukan. Dengan persiapan yang matang, perjalanan balik mudik tentunya akan menjadi lebih aman dan juga nyaman.

Referensi:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.