Gawai dan Konten Digital

Konten digital tidak bisa dipisahkan dari gawainya. Bicara kemampuan anak prasekolah, ada kemampuan yang ditargetkan terkait dengan gawainya, ada pula yang terkait dengan konten digitalnya.

  • Untuk konten digitalnya sendiri, konten digital harus memberikan informasi (dapat berupa gambar, teks, cerita, atau audio-video dari gawai tersebut) yang memiliki makna dan dapat dipahami oleh anak-anak. Demikianlah syarat sebuah konten kita sebut “konten digital untuk anak prasekolah”.

Terkait gawainya sendiri, ada 2 target kemampuan yang seharusnya dicapai oleh anak-anak:

  • Anak-anak mampu menggunakan perangkat elektronik untuk mencari dan mendapatkan informasi. Misalnya menggunakan mesin pencari, atau search tab di aplikasi social media (YouTube, Twitter, Instagram, dll).
  • Anak-anak mampu menggunakan perangkat elektronik untuk merekam ide, perasaan, kegiatan, atau lingkungan di sekitar mereka. Dengan kata lain, memproduksi konten digital.

Demikian syarat konten digital untuk anak prasekolah serta target kemampuan literasi digital yang menjadi salah satu tujuan pendidikan kita.

Untuk lebih memahami definisi di atas, kita ulas dua contoh konten digital di bawah ini:

Contoh Konten Digital Anak Prasekolah

Contoh konten digital yang bagus dan bermanfaat untuk anak-anak prasekolah

tekakita

tekakita.com, yang mendeklarasikan dirinya sebagai “Sahabat Eksplorasi Usia Dini” merupakan platform pendidikan untuk anak prasekolah dengan konten audio-video berisi pengajaran oleh guru-guru PAUD-TK yang berpengalaman dan bersertifikat. Platform digital ini didesain dan disusun bersama dengan buku aktivitas anak prasekolah, yaitu My FOYAB (My First Activity One Year Book).

  • Video on Demand: 360 video belajar yang sesuai dengan lembar aktivitas
  • Dibawakan oleh guru bersertifikat dan berpengalaman
  • Disediakan petunjuk penggunaan video dan lembar untuk hybrid learning
  • Masa akses selama 12 bulan

QuiverVision

QuiverVision, sebuah produk pendikan digital berbasis Augmented Reality (AR) yang meningkatkan interaksi guru-murid, menaikkan motivasi belajar dan pencapaian pendidikan secara keseluruhan. Hal ini disebabkan oleh aplikasi Quiver app yang membuat pembelajaran menjadi menyenangkan untuk semua, membantu guru dan siswa mencapai tujuan pendidikan masing-masing.

BACA JUGA  Merangsang Perkembangan Fisik Si Kecil bersama ODOB

I Can Do

I Can Do salah satu aplikasi terbaik untuk pembelajaran anak setingkat PAUD yang telah direkomendasikan Kemendikbud. Aplikasi ini telah menggunakan program kurikulum 2013 yang telah mengalami perubahan terbaru.

Kelebihan aplikasi digital ini adalah permainan untuk hiburan anak di sela-sela belajar. Adapun permainan di dalamnya juga melatih perkembangan daya pikir Si Kecil.

Rumah Belajar Kemendikbud

Rumah Belajar Kemendikbud merupakan portal belajar yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar anggota dalam komunitas. Portal ini merupakan inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Seluruh konten yang ada di dalamnya dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis.

Fitur di dalam aplikasi belajar online untuk anak yang bernama Rumah Belajar Kemendikbud ini menyajikan materi ajar bagi siswa dan guru berdasarkan kurikulum yang disajikan secara terstruktur dengan tampilan yang menarik dalam wujud gambar, video, animasi, simulasi, evaluasi, dan permainan.

Jadi, selagi bermain sambil belajar juga, kan?

Baca Juga: Gawai dan Literasi Digital untuk Anak Prasekolah.

Adakah aplikasi digital lain yang ayah-bunda sudah coba dan memang menarik? Kami tunggu rekomendasi ayah-bunda di kolom komentar ya!

Awal Cemerlang adalah platform yang berfokus pada topik parenting & pengasuhan anak usia 2-7 tahun. Kami berharap bisa membantu para ayah-bunda dalam pengasuhan agar si kecil bisa merasakan masa-masa “awal” yang benar-benar “cemerlang”. Lewat website awalcemerlang.com dan social media, kami berbagi tips, cerita, dan info seru lainnya. Follow social media kami di IG @awalcemerlang dan Tiktok @awalcemerlang 😊 Gabung juga di WAG Komunitas Awal Cemerlang.

5 COMMENTS

  1. Benar-benar harus bijak memilih konten digital yang pas sesuai usia anak-anak ya. Apalagi di saat yang sama ada jutaan konten yang bertebaran yang bisa ditonton oleh publik. Jadi peran orang tua dalam menentukan konten yang bermanfaat dan berkualitas sangat diharapkan demi tumbuh kembang anak prasekolah.

  2. Sebagai orangtua memang kita harus memperhatikan konten-konten digital yang ditonton anak-anak, apalagi usia pra sekolah, yang bisa membuat mereka kreatif dalam memaksimalkan semua pancaindra anak.
    Dan sebagai konten kreator berkewajiban menyajikan konten yg memberi manfaat pada yg nonton.

  3. Untuk konten digitalnya setiap usia punya beda beda tujuan kan ya. Jadi tetap perlu pendampingan orang tua atau pengasuh agar semua yang dilihat anak atau ditonton si Anak bisa dapat terpantau dengan baik. Bukan hanya tau tombol search lalu bisa berseluncur sendiri.

  4. Anak sekarang canggih-canggih banget ya..
    Gak perlu diajarin, uda otomatis bisa dan lancar banget.
    Jadi kebayang kalau diberikan konten yang tepat, pasti bisa semakin gemilang dan cerdas.

  5. Konten digital memang harus disesuaikan usia ya, karena tentu saja akan lebih bermanfaat kalau ditonton usia yang seharusnya. Apalagi konten-kontennya dibawakan oleh profesional/guru-guru yang bersertifikat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.