Double Income, alias penghasilan ganda dalam rumah tangga, tidak serta-merta semuanya baik dan positif. Ada juga minus alias kekurangan yang perlu dikenali, khususnya dampak terhadap pengasuhan sih kecil.

Untuk membahas topik ini, pertama-tama kita mulai dulu dari Sumber-Sumber Double Income

Sumber Double Income

Berikut ini adalah skenario-skenario penghasilan ganda dalam satu rumah tangga:

  • Ayah bekerja di perusahaan, Bunda bekerja di perusahaan
  • Ayah bekerja di perusahaan, Bunda bekerja freelance (pekerja lepas, per proyek/penugasan)
  • Ayah bekerja di perusahaan, Bunda bekerja di usaha sendiri
  • Ayah bekerja di usaha sendiri, Bunda bekerja di perusahaan
  • Ayah bekerja di usaha sendiri, Bunda bekerja freelance

Kami tidak memasukkan ayah yang bekerja sebagai freelance, karena lebih baik mendirikan perusahaan sekalian daripada sekedar bekerja seorang diri per proyek/pekerjaan. Mengingat ketidakpastian dan naik-turunnya pendapatan, sementara kewajiban ayah untuk memberikan nafkah tetap, kami rekomendasikan agar para ayah memilih antara bekerja di perusahaan atau totalitas saja dengan mendirikan perusahaan.

Tentang risiko mendirikan perusahaan tanpa mengganggu keuangan keluarga, akan kami bahas di konten artikel yang lain.

Kelebihan Double Income

Kelebihan dari memiliki penghasilan ganda dalam satu keluarga adalah:

  • Berlipatnya pendapatan
  • Bila satu pendapatan tertahan/tertutup untuk sementara waktu, masih ada ‘keran’ penghasilan yang lain
  • Memiliki kemampuan menabung untuk kebutuhan keluarga di masa yang akan datang. 

Kelemahan Double Income

Tidak hanya kelebihan dari sisi sumber daya, namun Double Income juga memiliki kelemahan dan risiko yang harus ditangani. Kelemahan-kelemahan double income di antaranya adalah:

  • Tingkat stress yang lebih tinggi, karena keluarga double income cenderung memiliki sedikit waktu untuk quality time bersama-sama.
  • Pembagian tugas rumah tangga seperti bersih-bersih tempat tinggal, maupun tugas-tugas pengasuhan dapat melahirkan internal konflik 
  • Waktu lebih dan terbatas dan kaku, apabila suami istri bekerja di perusahaan-perusahaan dengan jam kerja yang ketat dan menuntut WFO (work from office).
BACA JUGA  5 Prinsip Menjamin Masa Depan Pendidikan Si Kecil

Manajemen Risiko Double Income

Kelemahan-kelemahan tersebut memunculkan manajemen risiko yang harus dilakukan:

  • Waktu yang semakin terbatas harus diatur dan disepakati dengan lebih baik sehingga tersedia lebih banyak waktu untuk quality time yang lebih efektif
  • Peralihan tugas kepada pihak ketiga misal Asisten Rumah Tangga (ART), atau penyediaan alat bantu rumah tangga, seperti mesin cuci, vacuum cleaner, dll.
  • Biaya yang lebih besar, untuk alokasi day care, full-day school, ART, dll. Sehingga planning dan budgeting harus lebih tepat sasaran (cost-effective) dalam mencapai sasaran.

Demikian analisis singkat dari tim Awal Cemerlang, mengenai kelebihan, kelemahan, maupun manajemen risiko yang harus dilakukan oleh pasangan Double Income apabila keduanya memutuskan untuk bersama-sama mencari nafkah.

Baca juga konten Literasi Keuangan kami yang lain.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.