Memilih pesantren, yaitu cermin lembaga pendidikan Islam tradisional, telah menjadi keputusan bagi banyak ayah-bunda yang menginginkan pendidikan agama yang kokoh untuk anak-anak mereka. Ada juga ayah-bunda yang memilik sekolah berasrama (boarding school) tanpa muatan agama sebagai kelanjutan pendidikan putra-putrinya.

Tulisan kali ini membahas boarding school secara umum, termasuk pesantren, sebagai tempat melanjutkan pendidikan. Nah, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, termasuk keselarasan nilai-nilai keluarga dengan nilai-nilai pesantren, lingkungan pendidikan di pesantren, dan bagaimana menjaga agar anak betah di pesantren mengingat ketatnya peraturan yang ada.

Keselarasan Nilai-nilai Keluarga dengan Nilai-nilai Pesantren

Ketika memilih pesantren untuk anak, penting untuk mempertimbangkan keselarasan nilai-nilai yang diajarkan di pesantren dengan nilai-nilai yang ditanamkan di keluarga. Nilai-nilai seperti kemandirian dan kedisiplinan haruslah sejalan antara pesantren dan nilai-nilai yang diajarkan di rumah. Hal ini penting untuk menjaga konsistensi dalam pembentukan karakter anak, sehingga tidak terjadi perbedaan yang membingungkan antara apa yang dipelajari di pesantren dan di rumah. Risikonya adalah timbulnya konflik antara sekolah-orang tua, sekolah-anak, atau anak-orang tua.

Kesiapan Anak Ketika Memilih Pesantren

Sebelum memilih sekolah, sebaiknya ayah-bunda terlebih dahulu mengobservasi apakah anak terbiasa melakukan keseharian secara mandiri atau masih banyak tergantung pada orang dewasa. Mengirim anak ke asrama atau pesantren ketika dia masih banyak bergantung pada orang tua, seperti melakukan aneka hal masih ditentukan orang tua, ke mana-mana bersama orang tua, tidak pernah menginap jauh dari orang tua, justru bisa membuat anak mengalami trauma dan berdampak buruk bagi perkembangannya -setelah berada di dalam asrama.

BACA JUGA  Mengajarkan Istinja kepada Anak: Pentingnya Mengikuti Rukun Istinja secara Lengkap

Kesiapan Orang Tua

Yakni kesiapan dan keikhlasan ayah-bunda untuk tinggal terpisah dari anak. Sebab bunda yang tinggal terpisah dari anak akan turut mempengaruhi perkembangan anak di pesantren atau boarding school.

Lingkungan Pendidikan di Pesantren

Lingkungan pendidikan di pesantren memiliki peran penting dalam perkembangan anak. Pesantren yang baik harus menyediakan lingkungan yang mendukung perkembangan spiritual, intelektual, dan sosial anak. Fasilitas pendidikan yang memadai, guru-guru yang berkualitas, serta suasana yang kondusif untuk belajar dan berinteraksi adalah hal-hal yang perlu diperhatikan. Pilihan kegiatan yang beragam -baik dari ekstrakurikuler maupun fasilitasnya- juga dapat memperluas paparan anak untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya.

Selain itu, keamanan dan kenyamanan juga harus menjadi prioritas, sehingga anak dapat fokus pada proses belajar tanpa distraksi atau ketidaknyamanan yang berlebihan. Di sinilah pentingnya pesantren “mencium aroma” bullying lebih awal, sehingga bisa mencegah bullying yang merugikan, apalagi kalau sampai menimbulkan korban jiwa.

Ketatnya Peraturan Pesantren Bisa Menyebabkan Anak Tidak Betah

Ketatnya peraturan di pesantren seringkali menjadi tantangan bagi anak-anak, terutama bagi mereka yang baru pertama kali mengalami kehidupan di boarding school. Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk membantu anak betah dan menyesuaikan diri dengan aturan yang ada:

Komunikasi Terbuka dan Dukungan Moral

Anak perlu didorong untuk berkomunikasi dengan baik tentang perasaan dan pengalaman mereka di pesantren. Ayah-bunda dan pengajar bisa menjadi pendengar yang baik untuk menyelesaikan masalah atau kekhawatiran yang mungkin muncul.

Memberikan dukungan moral dan motivasi kepada anak adalah kunci untuk membantu mereka melewati masa-masa sulit di pesantren. Mereka perlu tahu bahwa ayah-bunda dan para guru selalu ada untuk mendukung mereka dalam setiap langkah.

BACA JUGA  Mengasuh Si Kecil dengan Lebih Mudah, Bagaimana Caranya? Temukan Rahasianya di Sini!

Membangun Hubungan yang Baik

Mendorong anak untuk membangun hubungan yang positif dengan sesama siswa/santri dan staf asrama/pesantren dapat membantu mereka merasa lebih nyaman dan diterima di lingkungan baru.

Memahami Tujuan Peraturan

Penting bagi anak-anak untuk memahami tujuan di balik peraturan-peraturan di lingkungan berasrama. Ini bisa membantu mereka melihat nilai-nilai yang diajarkan dan mengerti pentingnya kedisiplinan dalam pembentukan karakter.

Kesimpulan

Memilih boarding school untuk anak bukanlah keputusan yang mudah, namun dengan memperhatikan keselarasan nilai-nilai keluarga dengan nilai-nilai pesantren, lingkungan pendidikan yang baik, dan cara menjaga agar anak betah di sekolah berasrama, ayah-bunda dan para guru dapat membantu anak lewat pemberian dukungan dan bimbingan. Sehingga anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan berakhlak mulia.

Awal Cemerlang adalah platform yang berfokus pada topik parenting & pengasuhan anak usia 2-7 tahun. Kami berharap bisa membantu para ayah-bunda dalam pengasuhan agar si kecil bisa merasakan masa-masa “awal” yang benar-benar “cemerlang”. Lewat website awalcemerlang.com dan social media, kami berbagi tips, cerita, dan info seru lainnya. Follow social media kami di IG @awalcemerlang dan Tiktok @awalcemerlang 😊 Gabung juga di WAG Komunitas Awal Cemerlang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.