Latar Belakang Cukai MBDK

Cukai pada Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK) adalah jenis pajak yang dikenakan pada minuman yang mengandung tambahan gula atau pemanis buatan dan dikemas dalam botol, kaleng, atau wadah lainnya.

Hal ini menjadi kekhawatiran karena konsumsi MBDK meningkat 15 kali lipat hanya dalam 18 tahun (Rosyada dan Ardiansyah, 2017) dari 51 juta liter pada 1996 dan bertambah menjadi 780 juta liter pada 2014. Indonesia berada pada urutan ketiga di negara Asia Tenggara yang terbanyak mengonsumsi MBDK, yaitu 20,23 liter/orang/tahun (Ferretti dan Mariani, 2019). Kelompok yang paling banyak meminumnya adalah anak-anak hingga remaja (usia 5 tahun hingga 18 tahun). Anak-anak yang terpapar iklan atau banner akan secara tidak sadar memasukan produk ke dalam pikiran hingga kemudian memiliki keinginan untuk mengonsumsinya.

Saya menyaksikan sendiri teman-teman sekolah dari putra kami (usia 7-8 tahun) biasa membeli dan meminum MBDK seorang diri.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri menyarankan batas konsumsi gula per orang per hari, hanya 50 gram atau setara 4 sendok makan.

Dengan memberlakukan cukai, pemerintah berharap dapat mengubah perilaku konsumsi masyarakat menuju opsi minuman yang lebih sehat.

Kecanduan MBDK mirip Kecanduan Rokok

MBDK mengandung gula/karbohidrat yang sebenarnya menyebabkan kecanduan. Beberapa ciri kecanduan gula disebut mirip kecanduan rokok.

“Beberapa ciri kecanduan ini termasuk kalau kita lagi bete atau sebel yang dicari adalah makanan manis atau minuman manis. Inginnya makan cuma sedikit, tapi lama-lama sepotong gede, next sudah enggak bisa ngebatasin. Sama seperti orang merokok jadi kebiasaan dan tergantung sama rokok,” kata dokter Tan, dikutip Sabtu (9/12/2023).

BACA JUGA  Berikan Zat Besi kepada Anak Melalui 5 Bahan Makanan Ini

Kandungan MBDK

Kategori MBDK meliputi minuman bersoda, minuman berenergi, minuman olahraga, teh manis instan, minuman buah dalam kemasan, serta berbagai minuman ringan lainnya.

Pemanis yang digunakan dalam minuman berpemanis dapat berasal dari gula alami seperti sukrosa atau gula tebu atau dari pemanis buatan seperti sukralosa, aspartam, siklamat, aksesulfam-K, dan sebagainya. MBDK bisa juga mengandung pemanis buatan yang ditambahkan untuk meningkatkan rasa manisnya. Kini banyak bermunculan produk-produk terbaru yang menyembunyikan kandungan gula sebenarnya. Misalnya, produk yang memasang label sugar free, tetapi di dalamnya ada xylitol, maltitol, dan sorbitol.

Minuman berenergi yang sering dikonsumsi oleh para pekerja fisik dalam durasi panjang, seperti sopir, buruh bangunan, dll mengandung berbagai bahan aktif termasuk kafein, taurin, ginseng, serta pemanis dan pengawet. Kafein adalah bahan yang paling umum ditemukan dalam minuman berenergi dan memiliki efek merangsang sistem saraf pusat, sementara taurin berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh.

Dampak MBDK pada Kesehatan

Minum minuman berpemanis secara berlebihan dapat memiliki dampak serius pada kesehatan individu. Salah satu dampak utamanya adalah peningkatan risiko obesitas. Konsumsi minuman yang tinggi gula telah dikaitkan dengan peningkatan berat badan dan lemak tubuh, karena konsumsi kalori yang berlebihan tanpa nutrisi yang cukup. Ini juga dapat menyebabkan resistensi insulin dan peningkatan risiko diabetes tipe 2.

Selain itu, minuman berpemanis juga dapat merusak kesehatan gigi. Gula dalam minuman tersebut dapat menyebabkan kerusakan gigi seperti keropos dan pembusukan gigi. Asam dalam minuman bersoda juga dapat mengikis lapisan enamel gigi, meningkatkan risiko terjadinya lubang gigi.

Tak hanya itu, minuman berpemanis juga dapat berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Konsumsi gula berlebihan telah dikaitkan dengan peningkatan kadar trigliserida dalam darah, yang merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung dan stroke.

BACA JUGA  To-Do List Ayah-Bunda Guna Mengatasi Kekurangan Gizi pada Balita

Prevalensi obesitas pada usia 5-19 tahun meningkat dari 2,8 persen pada 2006 menjadi 6,1 persen pada 2016. Untuk kategori remaja usia 13-17 tahun sebanyak 14,8 persen mengalami berat badan berlebih dan 4,6 persen mengalami obesitas.

Memiliki Informasi untuk Mengambil Keputusan

Ayah-Bunda sebagai pengambil keputusan pembelanjaan di rumah, perlu bersikap tegas dalam mengurangi konsumsi MBDK oleh si kecil di rumah. Kepada anak-anak yang lebih besar, ayah-bunda perlu menyampaikan informasi mengenai “Dampak konsumsi MBDK secara berlebihan pada kesehatan tubuh”. Di antaranya adalah dengan mengurani konsumsi MBDK. Caranya sebagai berikut:

  • Jangan mengurangi secara drastis, tetapi lakukan perlahan-lahan. Agar tubuh tidak terkejut (syok) dan bisa menerima secara perlahan dan bertahap.
  • Membiasakan membaca kandungan nutrisi pada label makanan-minuman
  • Cobalah membuat smoothies dengan mencampur buah, sayuran, susu, bersama plain yoghurt rendah lemak yang bebas pemanis maupun pewarna tambahan. Kebiasaan konsumsi smoothies perlahan bisa mengurangi rasa ketagihan kamu dengan minuman manis.
  • Minum lebih banyak air putih, baik sebelum maupun sesudah konsumsi MBDK. Bisa juga dengan membawa botol air yang bisa diisi ulang atau letakkan gelas di meja kerja. Hal ini membantumu membiasakan diri minum air putih.
  • Meminum teh atau kopi tanpa gula.
  • Kurangi akses ke MBDK dengan tidak memiliki persediaan minuman manis di rumah. Hal ini bertujuan untuk membantu mengurangi godaan dan meminimalkan keinginan mengonsumsi minuman manis.

Penutup

Dengan memperkenalkan cukai pada minuman berpemanis, diharapkan masyarakat, khususnya para ayah-bunda akan lebih sadar akan dampak negatif dari konsumsi minuman yang tinggi gula. Sehingga bisa mengedukasi anggota keluarga sekaligus mengambil keputusan yang terbaik untuk generasi masa depan.

Awal Cemerlang adalah platform yang berfokus pada topik parenting & pengasuhan anak usia 2-7 tahun. Kami berharap bisa membantu para ayah-bunda dalam pengasuhan agar si kecil bisa merasakan masa-masa “awal” yang benar-benar “cemerlang”. Lewat website awalcemerlang.com dan social media, kami berbagi tips, cerita, dan info seru lainnya. Follow social media kami di IG @awalcemerlang dan Tiktok @awalcemerlang 😊 Gabung juga di WAG Komunitas Awal Cemerlang.

BACA JUGA  7 Resep Masakan yang Lezat dan Bergizi untuk Anak yang Susah Makan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.