Menyajikan Makanan Favorit

Salah satu cara paling efektif untuk menyenangkan suami adalah melalui perutnya. Ketika suami merasa puas dengan makanan yang disajikan oleh istri, hal tersebut akan meningkatkan kebahagiaannya dan menciptakan ikatan yang lebih kuat di antara mereka.

Memberikan Perhatian dan Penghargaan

Berikan penghargaan atas segala upaya dan kontribusinya dalam rumah tangga, misal mencuci piring, mencuci pakaian, mencuci kendaraan, menyapu dan mengepel lantai, dll. Bagaimana dirinya berusaha untuk memberikan dukungan terhadap istri dan anak-anak juga sangat perlu dibalas dengan perhatian dan penghargaan.

Menyediakan Quality Time

Ketika suami-istri sama-sama bekerja, seringkali sulit menemukan waktu yang berkualitas (quality time) bersama dengan pasangan. Tidak bisa tidak, quality time harus selalu diusahakan untuk ada. Di antaranya dengan berjalan-jalan berdua, menonton film, atau sekedar duduk berdua bersama minum teh atau minum kopi sambil membicarakan hari-hari yang baru dilalui. Tujuannya adalah untuk menjaga dan mempertahankan hubungan yang harmonis.

Mendengarkan dengan Empati

Bukan dengan simpati, melainkan mendengarkan dengan empati. Hentikan apa yang sedang anda kerjakan, berikan perhatian penuh dan dengarkan sepenuh hati akan membuat suami merasa didukung dan dipahami oleh istri. Ujung-ujungnya adalah semakin bertambah kuatnya ikatan emosional di antara anda dan pasangan.

Menyediakan Dukungan Emosional

Dukungan emosional dari istri kepada suami dapat berupa hadir saat dia membutuhkan teman bicara -biasanya setelah si suami ini menyendiri-, memberikan semangat saat dia sedang merasa down, dan menjadi tempat yang aman bagi suami untuk mengekspresikan perasaannya tanpa takut dihakimi, diabaikan, apalagi sampai di-spill kemana-mana.

BACA JUGA  Yang Bisa Dilakukan Istri Ketika Suami Tidak Memberi Nafkah

Memperhatikan Kesejahteraan Spiritual Suami

Dukung -bukan mengingatkan, apalagi menyuruh-nyuruhnya- suami untuk menjalankan praktik ibadahnya, maupun memberikan ruang dan waktu baginya untuk bermeditasi atau merenung. Pada dasarnya, kita bukanlah robot yang beraktivitas fisik saja, pun bukan manusia yang melibatkan perasaan semata, tetapi juga makhluk Tuhan yang perlu berbicara dengan Sang Pencipta kita sendiri.

Menjaga Kehidupan Seksual yang Sehat

Istri wajiib -dengan berkomunikasi pada suami- memenuhi kebutuhan seksual suami. Utamanya adalah dengan berkomunikasi secara terbuka tentang keinginan dan kebutuhannya. Keintiman di luar kamar dapat tercipta jika kebutuhan seksual di atas ranjang terpenuhi.

Diriwayatkan dari Abu Dzar RA; “‘Pada kemaluan kalian ada sedekahnya.’ Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah kamu mendapatkan pahala saat melampiaskan syahwat (secara halal)?’ Beliau menjawab, ‘Bagaimana pandanganmu bila ia melampiaskannya pada sesuatu yang haram, bukankah ia berdosa? Maka, demikian pula jika melakukannya secara halal, ia akan mendapatkan pahala.’” (HR. Muslim no. 1006)

Menghormati dan Menghargai Perbedaan

Tidak ada suami dan istri yang persis sama sebelum dan sesudah akad nikah. Masing-masing memiliki kepribadian, kebiasaan, dan preferensi yang berbeda-beda. Yaitu dengan menerima suami apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan tetap mencintainya selama suami tetap mengerjakan kewajibannya dalam memberikan nafkah lahir dan batin kepada keluarga.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.