anak bermain warna di tangan

Apa itu Sensory Play?

Sensory play adalah aktivitas yang dapat memberikan stimulasi sensorik pada tujuh indera anak. Stimulasi ini penting untuk dalam tumbuh kembangnya. Sehingga mereka tidak menjadi pribadi dewasa yang kurang sensitif pada tujuh indera tersebut. Apa saja indera sensori itu? Simak rinciannya berikut ini:

  • peraba (kulit),
  • pengecap (lidah),
  • penglihatan (mata),
  • pendengaran (telinga), dan
  • penciuman (hidung).
  • vestibular (keseimbangan) dan
  • proprioseptif (gerakan)

Aktivitas anak yang membuatnya menggunakan salah satu atau tujuh indranya termasuk ke dalam kegiatan melatih sensorik. Aktivitas ini bisa disimulasikan lewat permainan-permainan Sensory Play.

Permainan Sensory Play

1 Cap jari memakai pewarna makanan

Permainan sensori yang satu ini hanya membutuhkan benda yang ada di rumah, seperti:

  • pewarna makanan,
  • kertas atau kain sebagai media untuk membuat cap jari tangan,
  • air secukupnya, dan
  • baskom atau wadah untuk air.
  • Cara melakukan sensory play ini adalah mencelupkan jari anak ke dalam wadah berisi air, kemudian tempelkan tangan ke kertas atau kain.

Lewat permainan ini, anak belajar mengenal warna dan bentuk dengan menggunakan jemarinya. Selain itu, membuat cap jari memakai pewarna makanan bisa mengasah indra penglihatan dan peraba anak.

2 Bereksperimen dengan Tepung

Kalau anak-anak sudah pernah makan kue atau pancake buatan Anda, sekarang saatnya ajak si Kecil membuat adonan tepung.

  1. Ayah-bunda bisa menyiapkan tepung, wadah, pewarna, dan air secukupnya. Setelah itu, minta anak untuk menuangkan tepung ke dalam air dan mengaduknya.
  2. Selanjutnya masukkan pewarna makanan sehingga terjadi perubahan bentuk dan tekstur di sana.
  3. Biarkan anak mencoba memegang adonan tersebut sambil mengasah motorik halus dan indra peraba.
BACA JUGA  Menghabiskan Liburan Bersama Keluarga: Wisata Ramah Anak di Jakarta Selatan

3 Menebak Aroma

Mungkin anak sudah sering mendengar ayah-bunda menyebut bau durian, cabai, atau aroma yang lain. Lewat sensory play, biarkan anak untuk menebak aroma dengan mata tertutup untuk melatih indra penciuman.

Ayah-bunda bisa menyiapkan kopi, teh, gula, pisang, atau makanan yang memiliki aroma. Lalu, biarkan si Kecil menebak dengan menutup matanya. Kegiatan ini disebut juga dengan smell sensory play.

Hal yang harus orangtua perhatikan, jangan memberikan aroma yang berbahaya, seperti bau spidol atau lem karena berdampak buruk untuk kesehatan.

4 Mencoba Rasa

“Jangan makan tahu itu, pedas, Nak!” Mungkin orangtua pernah melarang anak dengan kalimat tersebut saat ia mencoba makanan tertentu.

Padahal, anak juga perlu tahu berbagai macam rasa agar indra pengecapnya lebih terlatih. Namun, tidak perlu banyak-banyak, cukup sedikit saja.

Ayah-bunda hanya perlu menyiapkan gula, garam, sedikit bubuk cabai, dan kopi. Biarkan anak mencobanya sedikit demi sedikit sambil tanyakan apa yang ia rasakan.

Siapkan air minum untuk mengantisipasi rasa pedas dari bubuk cabai atau pahit dari kopi yang anak rasakan.

5 Membuat Perkusi dari Kaleng

Sensory play juga bisa melatih indra pendengaran dan gerakan anak. Salah satu caranya dengan membuat drum dari kaleng bekas yang ada di rumah.

Memang permainan ini akan menimbulkan suara berisik. Namun, anak berlatih untuk mengenali suara dan gerakan memukul sebagai bagian dari motorik kasar.

6 Menggunting Pola

Salah satu aspek sensori yang perlu anak asah adalah vestibular atau keseimbangan. Ayah-bunda bisa mencobanya dengan mengajak anak menggunting pola.

Siapkan gunting kertas khusus anak. Kalau tidak ada, bisa memakai gunting biasa dengan pendampingan oleh orang dewasa.

Setelah itu, siapkan kertas berisi gambar berukuran besar yang bisa anak ikuti garisnya. Ambil contoh, garis terputus-putus atau zigzag.

BACA JUGA  Sensasi Tanpa Batas! 5 Permainan Seru dengan Kertas dan Pulpen Bersama Anak

Biarkan anak berkonsentrasi memegang gunting sambil mengikuti pola.

7 Bermain dengan Makanan

Bermain dengan makanan juga menjadi ide aktivitas sensory play yang mudah dilakukan di rumah.

Makanan memiliki bentuk, warna, dan tekstur beragam. Sehingga anak dapat meraba, meremas, dan mencicipi tekstur serta bentuk makanan satu per satu.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Appetite menyebutkan bahwa anak prasekolah yang terbiasa bermain sensori dengan makanan seperti sayur dan buah akan lebih mudah mencoba makanan baru.

Jika Mama khawatir kalau aktivitas sensoris ini bisa membuat anak melihat waktu makan sebagai permainan, cobalah untuk memisahkan waktu makan dan bermain.

Mama bisa menemani atau menyuapi anak terlebih dahulu, kemudian ajak ia bermain melalui media makanan, seperti yogurt, mi spaghetti, wortel, jagung, popcorn, stroberi, jeruk, atau buah naga.

Sensory play tidak melulu pakai perlengkapan mahal. Ayah-bunda bisa memanfaatkan benda yang ada di rumah untuk melatih perkembangan sensorik si Kecil. Selamat mencoba ya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.