1 Berikan Pemahaman yang Tepat

Jelaskan secara singkat mengapa umat Islam harus berpuasa selama bulan Ramadhan. Saat menjelaskan, sebaiknya gunakan bahasa yang sesuai dengan si Kecil. Dengan begitu, mereka lebih mudah untuk memahaminya. Salah satu penjelasannya yaitu bahwa Puasa Ramadhan adalah satu di antara lima Rukun Islam.

2 Ajarkan Anak Puasa pada Usia yang Tepat

Sebagai orang tua, penting untuk mempertimbangkan apakah si Kecil sudah mampu untuk berpuasa sebelum mulai mengajarkannya.

Ayah-Bunda disarankan untuk mengajarkan anak puasa menjelang masa pubertas atau setidaknya saat si Kecil sudah berusia 6-7 tahun, tetapi perlu disesuaikan lagi apabila ternyata anak sudah mampu berpuasa sehari penuh di usia lebih awal.

Maka dari itu, ada baiknya ayah-bunda juga menanamkan motivasi pada anak, tidak memberi tekanan sehingga anak berpuasa tanpa paksaan.

3 Lakukan Secara Bertahap

Sebagai tahap awal perkenalan anak dengan puasa, mulai ajari anak untuk puasa selama setengah hari yaitu dari pagi hingga waktu makan siang.

Setelahnya, ayah bunda dapat mencoba menambah waktu puasa hingga pukul 3 sore atau adzan shalat ashar.

Pada tahap ini, sebaiknya jangan terlalu memaksa anak untuk puasa hingga waktu yang ditentukan.

Hal ini karena dikhawatirkan malah akan membuat anak sakit atau bahkan menjadi tidak suka (bahkan membenci) berpuasa hingga dapat mendorong anak untuk berbohong.

4 Menjadi Contoh untuk Si Kecil

Ayah bunda tentu tahu bahwa anak adalah peniru yang ulung. Setiap anak tentu akan mengamati, menyimak, dan pikirannya akan mencerna apapun yang ayah-bunda lakukan.

BACA JUGA  Tradisi Menyambut Ramadhan di Berbagai Negara

Oleh karena itu, ayah-bunda dapat memberikan contoh kepada si Kecil agar ia bisa terbiasa untuk menjalani ibadah puasa.

Ayah-bunda bisa menceritakan kepada anak tentang pengalaman Anda pribadi selama berpuasa dan bagaimana cara Anda menjalankannya.

5 Bantu Anak Bersiap untuk Menjalankan Puasa

Ayah-bunda perlu untuk bersabar dan terus mendukungnya selama proses ini.

Hargai usaha anak ketika ia mulai bisa berpuasa, meski hanya setengah hari atau tiga per empat hari. Agar ia lebih bersemangat untuk terus belajar berpuasa. Apalagi menjalankan puasa sehari penuh tentu hal yang tidak mudah bagi anak.

Ada banyak cara yang dapat ayah-bunda lakukan. Di antaranya adalah memuji anak di hadapan anggota keluarga yang lain. Ayah-bunda juga dapat menjanjikan hadiah kepada anak jika berhasil melakukan puasa baik sehari penuh maupun 30 hari penuh di bulan Ramadhan.

6 Ajak Anak Melakukan Aktivitas yang Menyenangkan

Agar anak lupa akan rasa lapar yang pasti akan timbul. Contohnya dengan mengajak anak bermain yang ringan dan tidak melelahkan atau menonton film yang mereka suka.

Ketika anak merasa lelah, ayah-bunda dapat menyarankan anak untuk tidur siang agar rasa laparnya tidak terlalu terasa. Tidur siang juga memberikan energi tambahan pada anak agar memiliki kekuatan untuk mengikuti Shalat Tarawih di Masjid.

7 Memberikan Asupan yang Bergizi saat Sahur

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga sebaiknya mengkonsumsi makanan kaya serat dan protein agar merasa kenyang lebih lama. Hindari memaksa anak makan secara berlebihan ketika sahur karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan, misalnya kembung, mual, dan sebagainya.

Demikian 7 cara-cara alternatif dalam mengajarkan anak untuk menjalankan Puasa Ramadhan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.