mengajarkan istinja kepada anak

Istinja, yaitu proses membersihkan diri setelah buang air kecil atau buang air besar, adalah bagian penting dari ajaran Islam yang diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Istinja sendiri merupakan bagian dari thaharah (bersuci).

Memahami dan mengajarkan istinja kepada anak adalah langkah penting dalam membangun kebiasaan kebersihan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Dalam ilmu fiqih, istinja adalah membersihkan sesuatu (najis) yang keluar dari qubul atau dubur menggunakan air atau batu dan benda sejenisnya yang bersih dan suci.

Berikut adalah cara-cara yang dapat Ayah-Bunda terapkan dalam mengajarkan istinja kepada anak, sambil memperkenalkan rukun istinja:

Pentingnya Mengikuti Rukun Istinja secara Lengkap

Rukun istinja adalah langkah-langkah yang harus diikuti saat membersihkan diri setelah buang air. Ini termasuk:

a. Niat: Anak-anak diajarkan untuk berniat membersihkan diri dengan tujuan menjaga kebersihan dan kesucian. Biasakan sejak kecil untuk selalu berniat tatkala akan beristinja.
b. Menggunakan Air: Air adalah media utama untuk membersihkan diri setelah buang air. Anak-anak diajarkan untuk menggunakan air dengan benar untuk membersihkan area yang terkena.
c. Tidak Menyiramkan Najis ke Tubuh atau Pakaian: Anak-anak perlu dimengerti bahwa najis harus dibuang dan tidak boleh menetes ke tubuh atau pakaian.
d. Menggunakan Tisu atau Bahan Bersih Lainnya: Jika air tidak tersedia, anak-anak diajarkan untuk menggunakan tisu atau bahan bersih lainnya untuk membersihkan diri.
e. Menggunakan Tangan Kiri: Anak-anak diajarkan untuk menggunakan tangan kiri saat membersihkan diri setelah buang air, dan tangan kanan untuk melakukan tugas-tugas lainnya.

BACA JUGA  Tahapan Tumbuh Kembang Anak di 5 Kategori Usia

Macam-Macam Istinja

Ada beberapa cara untuk melakukan istinja, tergantung pada ketersediaan air dan situasi sekitar. Beberapa macam istinja yang umum dilakukan adalah:

Istinja dengan Air

Ini adalah cara paling disarankan dan paling utama dalam Islam. Air digunakan untuk membersihkan area yang terkena najis setelah buang air.

Istinja dengan Tisu atau Kertas

Jika air tidak tersedia, tisu atau kertas bersih dapat digunakan untuk membersihkan area yang terkena najis. Namun, metode ini dianggap kurang bersih dibandingkan dengan menggunakan air.

Istinja dengan Batu atau Bahan Lain

Di beberapa tempat, batu atau bahan lain yang dapat digunakan untuk membersihkan juga diperbolehkan sebagai alternatif jika air tidak tersedia.

Prinsip-Prinsip Mengajarkan Kepada Anak Cara Istinja

Mulailah dengan Penjelasan yang Sederhana

Gunakan bahasa yang mudah dimengerti sesuai dengan tingkat usia mereka. Jelaskan bahwa istinja adalah cara untuk membersihkan diri setelah buang air, sehingga tubuh kembali menjadi bersih.

Ajarkan dengan Contoh dan Praktik

Cara terbaik untuk mengajarkan istinja kepada anak adalah dengan memberikan contoh langsung dan memberi mereka kesempatan untuk berlatih sendiri dalam pengawasan Ayah-Bunda. Ajak mereka untuk melakukan istinja dengan benar di kamar mandi dan berikan umpan balik positif atas usaha mereka.

Konsisten Menjaga Kebersihan

Dorong anak-anak untuk menjaga kebersihan dan melakukan istinja setiap kali mereka buang air, baik di rumah maupun di tempat umum. Ajarkan mereka untuk memperhatikan kebersihan toilet dan menghargai lingkungan sekitar.

Berikan Pujian dan Penghargaan

Berikan pujian dan penghargaan kepada anak-anak ketika mereka melakukan istinja dengan benar. Ini akan memberi mereka motivasi tambahan untuk menjaga kebersihan dan melaksanakan ibadah dengan baik.

Mengajarkan istinja kepada anak bukan hanya tentang kebersihan fisik, tetapi juga tentang membentuk kebiasaan spiritual yang penting dalam Islam.

BACA JUGA  Kewajiban Istri Kepada Suami Agar Bisa Masuk Surga dari Pintu yang Mana Saja

Dengan memperkenalkan rukun istinja dan memberikan pemahaman yang tepat, kita membantu anak-anak membangun fondasi yang kuat dalam menjalankan ajaran agama sehari-hari mereka.

Awal Cemerlang adalah platform yang berfokus pada topik parenting & pengasuhan anak usia 2-7 tahun. Kami berharap bisa membantu para ayah-bunda dalam pengasuhan agar si kecil bisa merasakan masa-masa “awal” yang benar-benar “cemerlang”. Lewat website awalcemerlang.com dan social media, kami berbagi tips, cerita, dan info seru lainnya. Follow social media kami di IG @awalcemerlang dan Tiktok @awalcemerlang 😊 Gabung juga di WAG Komunitas Awal Cemerlang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.